Ritual Bayuh Oton Netralisir Sifat Sad Ripu

  • 08 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.Id, Singaraja – Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Hindu di Bali tetap teguh menjaga kekayaan tradisi leluhurnya. Salah satunya adalah penggunaan Guwungan (kurungan ayam) dalam ritual Bayuh Oton.

Jro Mangku Wahyu Suyasa, seorang tenaga pendidik, Pemangku Merajan (tempat suci) yang juga sebagai Tapakan Usadha mengatakan, ritual Bayuh Oton dalam tradisi Hindu di Bali berpedoman pada Lontar Wrehaspati Kalpa.

Upacara ini bertujuan membersihkan unsur-unsur negatif yang melekat pada manusia, menetralisir dampak buruk dari perhitungan hari lahir serta membebaskan manusia dari belenggu Sad Ripu (enam jenis musuh dalam diri manusia yang harus dikendalikan).

Dalam ajaran Hindu, ayam disimbolkan sebagai representasi nafsu serakah. Manusia sering kali menderita karena keinginan yang tidak terbatas, yang secara metafisika mengotori Atma (roh).

"Ayam itu simbol kerakusan. Melalui ritual di dalam kurungan, secara simbolis kita mengurung dan mengendalikan sifat-sifat serakah tersebut agar tidak mendominasi kehidupan," ujar Jro Mangku Wahyu.

Banyak masyarakat melakukan Bayuh Oton karena merasa sering tertimpa kemalangan atau sakit-sakitan yang tak kunjung sembuh secara medis. Dengan sinkronisasi energi ini, penyakit yang tadinya bersumber dari kekacauan spiritual di dalam diri dapat disembuhkan.

"Saat kita melakukan Bayuh Oton, kita sebenarnya sedang memberi makan (ngajengin) dan memberi perhatian khusus kepada Sang Hyang Atma. Ini adalah penebusan agar kekuatan yang tadinya liar menjadi selaras dengan tubuh dan pikiran," ucap Jro mangku Wahyu menambahkan.

Dalam pelaksanaannya seseorang yang sedang menjalani Bayuh Oton duduk bersila atau bersimpuh di dalam kurungan ayam selama beberapa saat sementara pemangku memercikkan tirta (air suci) dan merapalkan mantra.

Meski terkesan tradisional, ritual unik ini kian populer dibagikan di media sosial yang menegaskan lestarinya identitas budaya Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....