Kolaborasi Sekolah dan Komunitas Jadi Kunci Budaya Tangguh Bencana

  • 06 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penguatan budaya tangguh bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, namun membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Hal ini mengemuka dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Singaraja, Selasa, 5 Mei 2026 yang menghadirkan Fasilitator SPAB PMI, Daud Puji Raharjo, serta Dosen Keperawatan, Ns. Made Martini, S. Kep., M. Kep.

Dalam dialog tersebut, ditegaskan bahwa sekolah merupakan bagian dari komunitas yang tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi potensi bencana. Dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat adat, menjadi faktor penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang kuat.

Dosen Keperawatan Bencana, Ns. Made Martini, S. Kep., M. Kep., menegaskan bahwa keberhasilan SPAB sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

“Kalau tidak didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, SPAB ini tidak bisa berjalan begitu saja,” kata Martini.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif atau pentahelix menjadi strategi penting dalam mitigasi bencana, di mana seluruh unsur bergerak bersama untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi risiko.

Sementara itu, Fasilitator SPAB PMI, Daud Puji Raharjo, menyoroti peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu diperkuat, terutama dalam situasi darurat.

“Sekolah harus mensosialisasikan SPAB ke orang tua agar saat terjadi bencana, proses komunikasi dan penjemputan bisa berjalan dengan baik,” ujar Daud.

Lebih lanjut, ia menyebut keterlibatan komunitas seperti desa dan banjar juga menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi, termasuk dalam penyediaan jalur evakuasi dan koordinasi saat terjadi bencana.

Melalui sinergi yang terbangun antara sekolah, keluarga, dan komunitas, diharapkan budaya sadar bencana tidak hanya terbentuk di lingkungan pendidikan, tetapi juga mengakar kuat di tengah masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....