Singa Kren Fest 2026 Angkat Budaya dan Kreativitas Buleleng

  • 05 Mei 2026 18:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kecamatan Buleleng kembali menggelar Singa Kren Fest 2026 (Singaraja Kreatif Seni Festival) sebagai ruang bersama untuk menampilkan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 8 hingga 10 Mei 2026, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang menggabungkan potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah.

Mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”, festival ini menekankan pentingnya nilai budaya, tradisi, dan filosofi sebagai dasar kemajuan. Tema tersebut menjadi arah pelaksanaan kegiatan yang tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas lokal. Pemerintah Kecamatan Buleleng menilai pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman.

Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam sambutannya menyampaikan peran festival ini bagi masyarakat.

“Festival Kecamatan Buleleng ‘Singa Kren Fest 2026’ sebagai ruang bersama untuk merawat, memperkuat, dan memperkenalkan identitas budaya Buleleng kepada masyarakat luas,” ujarnya pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada modernisasi.

“Kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui perkembangan modernisasi, tetapi juga harus berakar pada nilai budaya, tradisi, dan filosofi lokal yang diwariskan leluhur,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Buleleng Ni Putu Sri Sundariani selaku Project Manager menjelaskan konsep festival yang diusung tahun ini. Ia menyebut Singa Kren Fest dirancang sebagai festival kolaboratif yang mempertemukan unsur tradisional dan modern dalam satu ruang. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Singa Kren Fest 2026 dirancang dengan konsep festival kolaboratif yang menggabungkan nilai budaya tradisional dengan kreativitas modern dalam satu pengalaman festival yang inklusif,” jelasnya.

Ia menambahkan, festival ini juga memiliki sejumlah fokus utama dalam pelaksanaannya.

“Kami memberikan ruang bagi komunitas modern seperti musik kreatif, komunitas esport, dan komunitas kreatif lainnya agar dapat berkolaborasi dengan semangat budaya lokal,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi pertunjukan seni budaya tradisional, penampilan musik modern, pameran UMKM, aktivitas komunitas, hingga kampanye lingkungan. Festival ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari seniman, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga generasi muda. Selain itu, kolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri turut membawa pesan pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan.

Pelaksanaan Singa Kren Fest 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Pelabuhan Tua Buleleng sebagai ruang publik yang produktif. Pemerintah kecamatan berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya secara berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dan berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....