Buleleng Perluas Program Sampah Kedas Tekan Limbah ke TPA

  • 04 Mei 2026 08:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen dalam menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui program “Sampah Kedas Pajak Lunas”, upaya pengelolaan sampah berbasis sumber mulai menunjukkan arah yang positif. Program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menyasar perubahan perilaku masyarakat secara bertahap.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa salah satu target utama dari program ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap TPA. Menurutnya, sampah anorganik yang selama ini menjadi beban lingkungan harus mulai dikelola dari tingkat rumah tangga. “Kalau ini berjalan dengan baik, kita harapkan sampah-sampah anorganik bisa terkelola dan tidak lagi semuanya dibuang ke TPA,” ujarnya pada Kamis, 30 April 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini saat ini masih difokuskan di wilayah tertentu sebagai percontohan. Namun, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah untuk memperluas implementasinya ke desa-desa lain di Kabupaten Buleleng. Hal ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah berbasis sumber dapat diterapkan secara merata.

“Ke depan kita akan tularkan ke desa lain, karena sistemnya sudah disiapkan, termasuk kerja sama dan aplikasi pendukungnya. Harapannya, setiap desa bisa mengelola sampahnya sendiri melalui bank sampah yang dimiliki,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menghadapi tantangan berupa kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya berubah. Masih ditemukan warga yang belum disiplin dalam memilah sampah atau bahkan membuang sampah secara sembarangan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menghambat keberhasilan program.

Bupati Sutjidra mengakui bahwa perubahan pola pikir masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan edukasi berkelanjutan serta keterlibatan semua pihak untuk membangun kesadaran kolektif. “Kita terus memberikan edukasi kepada masyarakat, karena merubah mindset itu memang perlu waktu, tidak bisa langsung,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber sebagai kunci utama keberhasilan program. Jika masyarakat konsisten memilah sampah sejak dari rumah tangga, maka proses pengelolaan di tingkat desa akan jauh lebih mudah dan efektif. Hal ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain edukasi, pemerintah juga akan memperkuat regulasi untuk mendukung pelaksanaan program ini. Penegakan aturan diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan kombinasi edukasi dan regulasi, perubahan perilaku diharapkan dapat terwujud secara bertahap.

Melalui perluasan program dan upaya edukasi yang terus digencarkan, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis mampu menekan volume sampah secara signifikan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan demikian, target Buleleng bersih dari sampah bukan sekadar wacana, tetapi dapat diwujudkan secara nyata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....