Banyuasri Kembangkan Konservasi Tukik dan Ekowisata Bahari
- 02 Mei 2026 18:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Rencana pengembangan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan mulai dijajaki di kawasan pesisir Desa Adat Banyuasri. Wilayah yang meliputi Pantai Pidada, Pantai Camplung, dan Pantai Indah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan.
Kawasan ini dikenal sebagai jalur perlintasan penyu hijau yang kerap datang untuk bertelur. Kondisi tersebut menjadi dasar munculnya gagasan pengembangan konservasi tukik yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata berbasis edukasi lingkungan.
Gagasan tersebut disampaikan pegiat konservasi Adhy Simatupang dalam pertemuan bersama prajuru Desa Adat Banyuasri di Pantai Camplung, Sabtu 2 Mei 2026. Dalam pemaparannya, ia menilai pesisir Buleleng memiliki potensi ekosistem laut yang masih terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Jika dikelola dengan baik, ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Selain konservasi tukik, pengembangan kawasan juga diarahkan pada konsep ekowisata bahari. Berbagai potensi kegiatan wisata dinilai dapat dikembangkan, mulai dari memancing, kano, berenang, hingga dolphin seeing dan wisata religi di kawasan pura pesisir.
Tokoh adat Desa Banyuasri, Made Agus Parthama, menyampaikan bahwa potensi tersebut dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Ia juga menilai pengembangan wisata kuliner serta pembangunan jogging track dengan panorama pantai dan persawahan dapat memperkuat daya tarik kawasan.
“Ia menambahkan, hingga kini belum terdapat pengelolaan konservasi tukik yang terstruktur dan berbasis komunitas adat di wilayah tersebut,” katanya.
Kelian Desa Adat Banyuasri, Mangku Nyoman Widiasa, menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa adat.
“Saya menyambut baik program ini selama tidak mengganggu keseimbangan lingkungan dan mampu memberikan nilai tambah bagi desa adat,” ucapnya.
Rencana pengembangan ini selanjutnya akan dibahas melalui paruman desa adat untuk mendapatkan persetujuan krama. Dengan langkah tersebut, pengelolaan kawasan diharapkan berjalan sesuai kesepakatan bersama dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Kawasan pesisir Banyuasri yang berada di jalur strategis wisata Buleleng dinilai memiliki peluang berkembang sebagai destinasi baru. Pengembangan berbasis konservasi diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....