LPK Buleleng Bersih Lingkungan saat Mayday, Aksi Nyata Peduli Alam

  • 01 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID. Singaraja - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Buleleng diwarnai kegiatan berbeda yang sarat makna. Puluhan peserta dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan eks Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat 1 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen pekerja dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif.

Aksi gotong royong ini melibatkan 13 LPK yang aktif di Buleleng. Di antaranya Monarch, Zenith, Jiema, Mediteranean, HI, Karya Wisata, Kita Haruka Bali, Mapindo, Word Training Center, Mentari Spa College, Devani, Lintas Negeri Singaraja, dan Alfa Prima. Mereka bersama-sama membersihkan sampah dan merapikan area yang selama ini menjadi salah satu titik strategis di Kota Singaraja.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari rangkaian peringatan May Day dengan pendekatan berbeda. Para peserta tampak antusias membawa peralatan kebersihan dan bekerja secara berkelompok. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral Buleleng, Putu Arimbawa, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh harus diisi dengan aksi nyata yang bermanfaat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan yang harus terus ditumbuhkan. “Pagi hari ini kita berkumpul dalam semangat Hari Buruh Internasional atau May Day dan kita tidak hanya memperingati, tetapi kita akan melaksanakan aksi nyata,” ujarnya.

Menurut Arimbawa, tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini adalah “Now or Never” atau “Sekarang atau Tidak Sama Sekali”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi lingkungan saat ini yang membutuhkan perhatian serius. Ia menekankan bahwa perubahan tidak bisa lagi ditunda dan harus dimulai dari sekarang.

Lebih lanjut, Arimbawa mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menolak anggapan bahwa urusan kebersihan hanya menjadi tugas petugas tertentu. “Lingkungan yang bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang. Tetapi lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah tersebut. “Kalau tidak kita yang berubah, lalu siapa lagi? Dan kalau tidak sekarang kita berubah, kapan lagi?” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap para peserta LPK dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Aksi sederhana seperti bersih-bersih dinilai mampu memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten. “Mudah-mudahan hal kecil yang kita lakukan hari ini akan dapat memberikan dampak yang besar bagi masa depan lingkungan kita,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....