Progres Titik Nol Singaraja Tembus 40 Persen, Pekerjaan Dikebut hingga Malam
- 01 Mei 2026 10:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Proyek penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan April 2026, pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 40 persen, bahkan melampaui target awal yang diproyeksikan di kisaran 30 persen.
Capaian ini dinilai positif di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu. Hujan yang kerap turun menjadi kendala utama dalam proses pengerjaan di lapangan, sehingga diperlukan strategi khusus agar progres tetap terjaga.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan percepatan dilakukan dengan mengoptimalkan waktu kerja serta menerapkan sistem kerja bergiliran, termasuk hingga malam hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan cuaca.
“Progresnya sudah mencapai sekitar 40 persen, bahkan melebihi target sebelumnya. Ini membuat kita lebih tenang karena pengerjaan berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat kondisi hujan, aktivitas pekerjaan memang tidak dapat dilakukan secara maksimal. Namun, tim pelaksana tetap memanfaatkan waktu saat cuaca cerah, termasuk bekerja sejak pagi hingga malam hari.
“Cuaca sekarang sulit diprediksi, kadang hujan. Jadi mereka memaksimalkan waktu kerja saat tidak hujan, bahkan sampai malam,” katanya.
Berdasarkan laporan teknis di lapangan, progres proyek juga memiliki cadangan capaian sekitar 5 persen dari target yang ditetapkan. Hal ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan proyek berjalan cukup baik dan terukur.
Dengan perkembangan tersebut, proyek penataan Titik Nol Singaraja ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan atau pada akhir Juli 2026. Pemerintah daerah optimis target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal yang direncanakan.
“Kalau melihat progresnya, kami optimistis akhir Juli sudah selesai,” ucapnya.
Penataan kawasan ini dirancang terintegrasi dengan proyek penataan lobi Kantor Bupati Buleleng. Kedua proyek tersebut ditargetkan selesai bersamaan guna menciptakan keselarasan visual dan fungsi kawasan pusat pemerintahan.
Pemerintah juga menargetkan penyelesaian proyek sebelum pelaksanaan agenda besar daerah, sehingga kawasan yang telah ditata dapat segera dimanfaatkan. Rencana peresmian pun tengah disiapkan dengan menghadirkan Gubernur Bali.
Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang alternatif untuk kegiatan pertemuan, baik skala kecil maupun menengah, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Proyek penataan Titik Nol Singaraja diharapkan menjadi ikon baru kota, memperkuat identitas kawasan heritage, serta menghadirkan ruang publik yang lebih representatif bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....