Pemerintah Tambah Kuota 3.500 Sapi Bali jelang Idul Adha
- 30 Apr 2026 10:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Provinsi Bali merespons cepat keluhan peternak dan pengusaha terkait terbatasnya kuota pengiriman sapi ke luar daerah. Melalui koordinasi bersama DPRD Bali, diputuskan adanya penambahan kuota sebanyak 3.500 ekor sapi. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Wakil Ketua DPRD Bali, IGK Kresna Budi, menjelaskan penambahan kuota tersebut merupakan hasil komunikasi intens antara legislatif dan Gubernur Bali. Ia menegaskan pemerintah memahami kondisi pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan mengirim sapi karena kuota telah habis. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi para peternak dan distributor.
“Menanggapi keluhan sebagian pengirim sapi dengan habisnya kuota, patut disadari dan dipahami bahwa pemerintah juga ikut prihatin atas masalah ini. Makanya saya sebagai anggota Dewan juga berkomunikasi dengan Gubernur. Astungkara, apa yang menjadi masukan kita diterima dengan baik oleh Gubernur kemarin,” ujarnya pada Selasa, 28 April 2026.
Menurut Kresna Budi, kebijakan penambahan kuota ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata. Lebih dari itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Terlebih, kebutuhan hewan kurban menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Adha.
“Biar bagaimanapun juga, namanya hari raya, ini adalah bentuk kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, ya harus didukung juga. Makanya kuota sapi kiriman dalam rangka Idul Adha ini bisa berjalan dengan bagus,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan pasar, kebijakan ini juga diyakini berdampak positif terhadap perekonomian peternak lokal di Bali. Dengan meningkatnya permintaan dan distribusi yang lebih lancar, harga sapi di tingkat peternak berpotensi kembali stabil. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di sektor peternakan.
“Di samping itu juga, harga sapi di Bali kan menjadi lebih berharga atau bernilai. Selama ini keluhan kan sedikit sekali ada pengiriman. Di saat momentum untuk mendapatkan harga yang baik, tapi kuota terbatas. Untuk itulah dari hasil diskusi saya sama Gubernur, kuota sapi ditambah lagi 3.500 ekor,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau distribusi hingga Idul Adha berakhir. Ketersediaan stok di daerah tujuan menjadi perhatian utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dengan demikian, proses penyaluran hewan kurban diharapkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kita tetap berjaga-jaga sampai Hari Raya Idul Adha ini berakhir. Jadi stok untuk hewan kurban jadinya kan lebih aman lah di daerah Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.
Sebelumnya, peternak dan pengusaha mengeluhkan terbatasnya kuota pengiriman sapi Bali di tengah tingginya permintaan pasar. Meskipun kuota pengiriman tahun 2026 telah ditingkatkan menjadi 50.000 ekor dari sebelumnya sekitar 40.000 ekor, angka tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera mengambil langkah tambahan.
Salah satu pedagang sapi asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Made Taro, mengungkapkan permintaan sapi datang dari berbagai daerah. Di antaranya Jakarta, Depok, Bekasi, Banten, Solo, Yogyakarta, Bogor hingga Banjarmasin. Tingginya permintaan ini terjadi dalam waktu singkat menjelang hari raya.
“Kami berharap akan ada penambahan kuota pengiriman sapi mengingat permintaan masih tinggi. Dan dalam momen ini hanya beberapa hari ada lonjakan permintaan dan kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....