Subsidi Kredit PMI Ringankan Warga Jembrana Bekerja ke Luar Negeri
- 28 Apr 2026 14:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program subsidi kredit Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dinilai membantu meringankan biaya keberangkatan kerja ke luar negeri.
Program tersebut menjadi angin segar bagi ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Calon Peserta Pemagangan Luar Negeri (CPPLN) asal Jembrana yang akan berangkat ke berbagai negara tujuan.
Sebanyak 456 peserta secara resmi dilepas oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama sejumlah pemangku kepentingan di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa 28 April 2026.
Para peserta tersebut berasal dari 17 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Jembrana, dengan tujuan penempatan di kawasan Benua Amerika, Eropa, hingga Uni Emirat Arab. Mereka terbagi dalam tiga sektor utama, yakni perhotelan (hospitality), program bahasa Jepang, dan spa therapist.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa program subsidi kredit PMI dirancang untuk membantu masyarakat agar tidak terbebani biaya tinggi saat akan bekerja ke luar negeri.
“Program ini kami hadirkan agar masyarakat lebih ringan dalam mempersiapkan keberangkatan kerja. Jangan sampai semangat untuk masa depan justru terhambat oleh persoalan biaya,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar program tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Jembrana, bahkan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Bali.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi secara daring dengan PMI yang telah bekerja di luar negeri dan berhasil memanfaatkan program tersebut.
“Semua yang berangkat hari ini sedang dalam proses untuk memanfaatkan program ini. Harapan kami, seluruhnya dapat terserap dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para CPMI agar memanfaatkan peluang kerja di luar negeri dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, keterampilan, disiplin, dan kemauan belajar menjadi kunci utama untuk bersaing di dunia kerja internasional.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah selama bekerja di luar negeri serta menunjukkan etos kerja yang baik.
“Tunjukkan bahwa tenaga kerja Jembrana mampu bersaing. Bekerjalah dengan baik, jaga sikap, dan pulang membawa pengalaman serta keberhasilan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi, pelatihan keterampilan, hingga pembekalan bahasa sesuai negara tujuan masing-masing.
Program ini juga mendapat respons positif dari peserta karena dinilai sangat membantu dalam meringankan biaya administrasi dan persiapan keberangkatan.
Acara pelepasan turut diisi dengan pembekalan dari sejumlah narasumber, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengenai pengelolaan keuangan di luar negeri, BP3MI Bali terkait perlindungan PMI, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....