Bupati Jembrana Dorong Teba Modern untuk Atasi Sampah Rumah
- 26 Apr 2026 10:55 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Upaya percepatan penanganan darurat sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Salah satunya melalui imbauan resmi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan terkait pengolahan sampah organik berbasis sumber, yang menitikberatkan peran rumah tangga.
Dalam kebijakan tersebut, masyarakat diajak menerapkan metode Teba Modern. Sistem ini merupakan pengembangan dari kearifan lokal Bali yang disesuaikan dengan kondisi permukiman saat ini, khususnya bagi warga dengan keterbatasan lahan. Adapun bagi masyarakat yang masih memiliki halaman luas, tetap dianjurkan menggunakan sistem teba tradisional yang sebelumnya telah diperkenalkan.
Saat dikonfirmasi, Sabtu 25 April 2026, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan bahwa lebih dari 60 persen sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan sampah organik. Melalui penerapan Teba Modern, volume tersebut diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Kebijakan ini juga menjadi langkah antisipatif atas meningkatnya produksi sampah harian, sementara kapasitas TPA diperkirakan akan segera mencapai batas maksimal.
Pemerintah mengimbau setiap rumah tangga agar tidak lagi mencampur sampah organik dan anorganik. Selain itu, kelian dinas dan kepala lingkungan diminta aktif menggerakkan masyarakat sekaligus melakukan pengawasan. Laporan pelaksanaan wajib disampaikan paling lambat empat minggu setelah imbauan diterbitkan.
Bupati menegaskan, ketergantungan pada TPA tidak bisa terus dipertahankan. Menurutnya, Teba Modern menjadi solusi praktis, khususnya di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas. Dengan membuat satu lubang kecil di pekarangan, sampah dapur dapat diolah tanpa menimbulkan bau maupun lalat, sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana diwajibkan menjadi contoh. Mereka diminta sudah menerapkan Teba Modern atau menggunakan komposter di rumah masing-masing.
Secara konsep, teba merupakan area belakang rumah masyarakat Bali yang sejak dulu dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan alami. Kini, konsep tersebut dimodifikasi menjadi lebih modern mengikuti kondisi lahan yang semakin sempit.
Teba Modern dirancang menggunakan sistem biopori berukuran besar atau buis beton yang ditanam di tanah dan dilengkapi penutup rapat. Metode ini memungkinkan proses penguraian berlangsung lebih higienis, minim bau, serta tidak membutuhkan ruang luas. Bagi warga dengan lahan sangat terbatas, alternatif lain seperti tong komposter atau compost bag juga dapat digunakan.
Bupati berharap, gerakan ini tidak hanya berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan baru. Sampah diharapkan tidak keluar dari rumah sebelum dipilah, sehingga melalui Teba Modern, masyarakat turut berkontribusi menjaga kesuburan tanah untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....