Jembrana Sound Session Hidupkan Ekraf di Bali Barat
- 26 Apr 2026 10:48 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Suasana berbeda tampak di halaman Gedung PLUT KUMKM Jembrana, Sabtu 25 April 2026. Musik, komedi, hingga aktivitas ekonomi berpadu dalam satu ruang tanpa sekat melalui gelaran Jembrana Sound Session.
Kegiatan ini menghadirkan konsep mini showcase yang memadukan pertunjukan seni, lokakarya, serta pasar kreatif. Lebih dari sekadar hiburan, ajang ini menjadi ruang temu bagi pelaku ekonomi kreatif di Jembrana yang selama ini berkembang secara terpisah.
Sejumlah musisi lokal tampil bergantian memeriahkan panggung, di antaranya DJ Erick Foe, The Bravas, Birama ft. Deleo, Parama, Mood Brother, Afterteen, Pribumi, hingga Dream of Yesterday. Sementara itu, komunitas Stand Up Indo Jembrana menghadirkan komedi segar yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Di sisi lain, aktivitas seni rupa juga berlangsung. Kartel Mural Club mengeksekusi mural secara langsung, berdampingan dengan instalasi karya Reka Art Studio. Pengunjung juga dapat mengunjungi stan literasi yang digagas Bali Tersenyum.
Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana bersama Negara Creative Lab. Pendekatan yang diusung menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari musik, seni rupa, fotografi, hingga kuliner dan fesyen.
Perwakilan Negara Creative Lab, Usada Kusuma, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai potensi kreatif di Jembrana. Menurutnya, potensi tersebut cukup besar, namun membutuhkan wadah untuk saling terhubung.
“Ini bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi ruang kolaborasi. Dengan pertemuan seperti ini, peluang kerja sama antar pelaku kreatif bisa lebih terbuka,” ujarnya.
Beragam kegiatan juga digelar secara paralel, seperti workshop fotografi oleh Komunitas Fotografi Jembrana, coaching clinic dari Jembrana Drum Community, hingga e-sport yang melibatkan komunitas setempat. Selain itu, diskusi kreatif menghadirkan musisi Pohon Tua yang berbagi pengalaman di industri musik.
Tidak hanya komunitas, pelaku UMKM turut ambil bagian melalui stan kuliner dan produk kreatif. Berbagai karya lokal ditampilkan, mulai dari fesyen, kriya, hingga produk daur ulang, yang sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas.
Ia menyebut, ke depan akan diwujudkan Jembrana Creative Hub sebagai pusat aktivitas kreatif sekaligus ruang kolaborasi bagi komunitas. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Jembrana Creative Festival sebagai wadah yang lebih besar.
Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi generasi muda.
“Ruang-ruang kreatif seperti ini penting untuk mendorong inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Infrastruktur, Wena Wahyudi, menilai Jembrana Sound Session sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Bali Barat.
Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci agar potensi lokal tidak hanya berkembang, tetapi juga memiliki daya saing.
Meski digelar dalam skala terbatas, kegiatan ini mampu memberikan dampak langsung. UMKM memperoleh ruang promosi, komunitas mendapatkan panggung, dan masyarakat menikmati alternatif hiburan yang produktif.
Ke depan, sinergi berbagai pihak akan terus diperkuat, termasuk melalui pembentukan Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor. Jembrana Sound Session pun menjadi gambaran bahwa pengembangan ekonomi kreatif dapat tumbuh dari komunitas, dengan pendekatan sederhana namun berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....