Kominfosanti Buleleng Gandeng BP3MI Bali Perkuat Edukasi PMI

  • 25 Apr 2026 17:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Meningkatkan perlindungan dan pemahaman pekerja migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Buleleng terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali melakukan audiensi dengan Dinas Kominfosanti Buleleng, Jumat 24 April 2026, untuk membahas sinergi program edukasi dan perlindungan PMI.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng ini menjadi langkah awal dalam menjalin kerja sama strategis. Fokus pembahasan diarahkan pada penyebarluasan informasi program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia kepada masyarakat, khususnya calon dan pekerja migran di Buleleng.

Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta, menyatakan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai program BP3MI penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan pekerja migran.

“Program dari BP3MI kami nilai sangat penting untuk diketahui masyarakat, khususnya pekerja migrant itu sendiri agar nantinya dapat pengetahuan tentang perlindungan pekerja migrant dan mencegah hal-hal yang sekiranya berdampak tidak baik,” ujarnya.

Suharta menjelaskan, pihaknya siap mendukung penyebarluasan informasi melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki pemerintah daerah. Media sosial, siaran keliling, hingga videotron akan dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Sementara itu, Kepala BP3MI Bali, Muhammad Ikbal, menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan PMI. Ia menyebut, Bali termasuk enam besar secara nasional dalam jumlah pekerja migran, dengan Buleleng sebagai daerah dengan jumlah tertinggi di provinsi tersebut.

“Kami berharap program-program Kementerian yang menjadi titik tekan utama dapat dikerjasamakan kepada Pemkab Buleleng khususnya Dinas Kominfosanti Buleleng sehingga dapat tersebarluas dan langsung mengena kepada pekerja migrant,” katanya.

Ikbal menambahkan, salah satu program strategis yang akan didorong adalah Kampanye Nasional Migrasi Aman. Program ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, sehingga potensi risiko yang merugikan pekerja migran dapat dicegah sejak awal.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat akses informasi dan perlindungan bagi PMI, sekaligus mendorong masyarakat lebih memahami prosedur migrasi yang aman. Dengan penyebaran informasi yang tepat, pemerintah menargetkan potensi permasalahan yang dihadapi pekerja migran dapat ditekan di wilayah Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....