Wamenag Resmikan Musholla Keramat Banjar Jawa Buleleng Bali

  • 24 Apr 2026 18:14 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. meresmikan Musholla Keramat yang berada di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Bali, Jumat 24 April 2026. Peresmian ini dihadiri puluhan tokoh masyarakat, pemuka agama, adat, serta unsur pemerintahan di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Wakil Menteri Agama di Bali Utara. Sebelumnya, ia juga menghadiri kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja dengan tema pembangunan keadilan sosial dan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menyampaikan pandangannya terkait kondisi kerukunan umat beragama di Buleleng. Ia menilai, hubungan antarumat di daerah ini terjaga dengan baik dan terbentuk secara kultural dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Ini dibuktikan, dalam catatan saya tidak pernah ada gesekan, agama di Kabupaten Buleleng," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kuatnya ikatan sejarah dan budaya masyarakat Buleleng yang majemuk. Ia juga menilai keberadaan situs Musholla Keramat yang telah berusia ratusan tahun menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan masyarakat.

Wamenag juga menekankan bahwa setiap agama memiliki dasar ajaran yang sama, sehingga potensi konflik dapat diminimalkan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan agar tidak terjadi benturan kepentingan yang berkaitan dengan isu keagamaan.

"Semoga dengan moderasi agama yang baik dengan didukung semangat toleransi yang tinggi akan tetap menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat di Buleleng, Bali," katanya.

Sebelum peresmian prasasti Musholla Keramat, kegiatan diawali dengan dialog bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan. Dalam dialog tersebut, berbagai pandangan disampaikan terkait kondisi sosial dan kerukunan antarumat di Buleleng.

Salah satu tokoh yang hadir, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG, menyampaikan kondisi kultural masyarakat yang hidup berdampingan. Ia juga menyinggung hubungan harmonis antara masyarakat Hindu dan Muslim di Buleleng yang terjaga hingga saat ini.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, unsur MUI Kabupaten Buleleng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, serta tokoh adat dan agama lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan umat beragama di daerah tersebut.

Peresmian Musholla Keramat ini diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Buleleng. Situs bersejarah tersebut menjadi salah satu simbol hubungan antarumat yang telah terbangun dalam waktu yang panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....