Anggaran Terbatas, Ratusan Kilometer Jalan di Buleleng Alami Kerusakan
- 23 Apr 2026 08:22 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius yang belum sepenuhnya tertangani. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, tercatat sepanjang 275 kilometer jalan kabupaten mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan bertahap.
Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, menyoroti kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas sehingga berdampak pada lambannya penanganan jalan rusak. Ia menyebutkan, rata-rata perbaikan jalan setiap tahun masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Dengan kondisi anggaran yang ada, perbaikan jalan kita sangat terbatas. Tahun lalu hanya sekitar 25 kilometer yang tertangani, tahun ini diperkirakan sekitar 30 kilometer. Kalau seperti ini, bisa sampai 10 tahun untuk menyelesaikan 275 kilometer jalan rusak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin agar kerusakan tidak semakin parah. Menurutnya, perbaikan seharusnya tidak menunggu hingga kondisi jalan rusak berat atau viral di media sosial.
“Pemeliharaan rutin harus diperkuat. Jangan sampai kita baru bergerak ketika jalan sudah rusak parah atau ramai diperbincangkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi jalan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan. Perbaikan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan tinggi serta jalur strategis yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penanganan kita prioritaskan pada jalan rusak berat dan jalur yang memiliki mobilitas tinggi. Ini agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya biaya perbaikan menjadi kendala utama, di mana satu kilometer jalan membutuhkan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Untuk itu, selain pembangunan, pihaknya juga mengoptimalkan tim pemeliharaan guna melakukan penanganan cepat di lapangan.
“Selain pembangunan, kami juga memperkuat pemeliharaan rutin agar kerusakan bisa ditekan dan tidak semakin meluas,” ucapnya.
Melalui upaya bertahap dan penguatan strategi pemeliharaan, pihaknya berharap kondisi jalan rusak dapat segera tertangani, sehingga mampu mendukung kelancaran mobilitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....