Hari Bumi 2026, Saatnya Beralih dari Narasi ke Aksi Kurangi Sampah Plastik

  • 22 Apr 2026 06:58 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak sekadar berhenti pada narasi, tetapi mulai bergerak dalam aksi nyata menjaga lingkungan
  • Peringatan Hari Bumi bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm bagi semua pihak.

RRI.CO.ID, Singaraja - Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak sekadar berhenti pada narasi, tetapi mulai bergerak dalam aksi nyata menjaga lingkungan, khususnya dalam mengurangi timbulan sampah plastik.

Hal ini mengemuka dalam dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja bersama Founder Wajah Plastik, Made Oplas, Sabtu, 18 April 2026, Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm bagi semua pihak.

“Hari bumi tidak untuk dirayakan, tapi sebagai alarm. Karena masalah sampah ini sudah semakin serius dan kita semua harus bertanggung jawab,” ujar Made Oplas dalam dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 18 April 2026.

Menurutnya, saat ini Indonesia bahkan sudah melewati tahap edukasi dan solusi, dan seharusnya masuk pada tahap aksi konkret. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengkritik tanpa kontribusi nyata.

“Kritis itu boleh, tapi jangan hanya menyuarakan masalah. Harus diikuti dengan solusi dan aksi nyata,” tegasnya.

Dalam momentum Hari Bumi ini, masyarakat diajak memulai langkah sederhana dari rumah, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....