Perempuan Setara Bukan Berarti Melupakan Nilai Kehidupan

  • 21 Apr 2026 11:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja: Kesetaraan gender menjadi salah satu isu penting yang terus diperjuangkan hingga saat ini. Perempuan kini memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan sosial. Namun, di balik kemajuan tersebut, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pola pikir masyarakat yang belum sepenuhnya menerima kesetaraan. Dalam Obrolan Spada bersama Luh Sri Drupadi, dibahas bagaimana perempuan sering kali masih dipandang sebelah mata.

“Dalam ajaran Hindu, laki-laki dan perempuan itu setara, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, melainkan saling melengkapi,” kata Luh Sri Drupadi.

Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa meskipun perempuan sudah mampu berkiprah di ruang publik, mereka tetap menghadapi tekanan budaya dan sosial. Dalam budaya Bali, konsep purusa dan pradana masih kuat memengaruhi peran perempuan. Hal ini membuat perempuan harus bekerja lebih keras untuk membuktikan diri. Namun, kondisi ini tidak seharusnya menjadi penghalang. Justru, perempuan perlu menunjukkan kualitas dirinya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang ada.

Selain itu, perkembangan media sosial juga membawa dinamika baru dalam kehidupan perempuan. Banyak perempuan yang berani bersuara dan memperjuangkan haknya, tetapi tidak sedikit pula yang justru saling menjatuhkan. Fenomena ini menjadi ironi di tengah semangat emansipasi.

“Sesama perempuan seharusnya saling mendukung, bukan saling menghujat, karena kita tidak pernah tahu kondisi sebenarnya yang dialami orang lain,” ucapnya menambahkan.

Pada akhirnya, kesetaraan bukan berarti melupakan nilai-nilai kehidupan. Menjadi perempuan modern bukan berarti meninggalkan budaya, melainkan mampu menyeimbangkan antara kemajuan dan tradisi. Perempuan yang hebat adalah mereka yang mampu menjaga etika, norma, dan spiritualitas di tengah perubahan zaman. Kesetaraan sejati bukan tentang siapa yang lebih unggul, tetapi tentang bagaimana laki-laki dan perempuan dapat berjalan berdampingan dan saling menguatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....