Mengenal Pohon Kamper, Kekayaan Alam Indonesia yang Bernilai Tinggi

  • 20 Apr 2026 10:43 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Pohon kamper atau kapur barus merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan manfaat luas bagi masyarakat. Tanaman ini sejak dahulu dikenal sebagai komoditas rempah bernilai tinggi yang diperdagangkan hingga mancanegara.

Mengutip lindungihutan.com, pohon kamper berasal dari kawasan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dari daerah tersebut, kapur barus dikenal luas dan menjadi salah satu hasil alam Nusantara yang diminati pedagang dari Eropa maupun Timur Tengah pada masa lampau.

Secara ilmiah, pohon kamper bernama Dryobalanops aromatica dan termasuk dalam famili Dipterocarpaceae. Tanaman ini memiliki ukuran besar dengan tinggi dapat mencapai sekitar 62 meter dan diameter batang 100 hingga 150 sentimeter.

Batangnya tegak, lurus, berbentuk bulat, berwarna cokelat di bagian luar dan cokelat kemerahan di bagian dalam, serta menghasilkan resin alami. Daunnya tergolong daun tunggal berseling berukuran 4 hingga 6 sentimeter dengan permukaan hijau mengilap dan pertulangan menyirip rapat. Jika diremas, daun kamper mengeluarkan aroma harum yang kuat.

Pohon ini juga memiliki bunga kecil berwarna putih berukuran sekitar 5 milimeter. Bunganya tumbuh dalam malai pendek dengan sekitar 30 benang sari. Sementara buahnya berukuran cukup besar, mengilap, berwarna kuning hingga merah keunguan, serta memiliki lima helai sayap yang sama panjang.

Selain tumbuh alami di Sumatera Utara, pohon kamper juga ditemukan di Kalimantan dan sebagian wilayah Malaysia. Habitat idealnya berada di kawasan tropis basah dengan tanah berpasir dan ketinggian hingga sekitar 300 meter di atas permukaan laut.

Kamper Indonesia berbeda dengan kamper asal Tiongkok yang dikenal dengan nama Cinnamomum camphora. Kamper Indonesia berasal dari genus Dryobalanops, sedangkan kamper Tiongkok berasal dari famili Lauraceae.

Kamper dikenal sebagai penghasil minyak atsiri dan kristal alami yang bernilai tinggi. Minyaknya banyak dimanfaatkan sebagai bahan balsem, aromaterapi, pengharum ruangan, parfum, kosmetik, hingga obat tradisional. Kandungan alaminya dipercaya membantu meredakan nyeri otot, gatal akibat gigitan serangga, iritasi, serta membantu melegakan pernapasan.

Tidak hanya hasil olahannya, kayu kamper juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Kayu ini dikenal kuat, tahan lembap, tidak mudah berjamur, serta memiliki serat yang halus dan indah sehingga kerap digunakan sebagai bahan bangunan rumah, kusen, pintu, dan furnitur.

Saat ini harga kayu kamper di pasaran tergolong tinggi dan mendekati harga kayu jati. Hal itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kayu kamper sebagai bahan konstruksi dan interior.

Namun, keberadaan pohon kamper saat ini mulai berkurang akibat penebangan dan menyusutnya habitat alami. Karena itu, pelestarian melalui penanaman kembali, budidaya berkelanjutan, dan perlindungan kawasan hutan dinilai penting agar tanaman khas Indonesia ini tetap lestari.

Pohon kamper menjadi salah satu bukti kekayaan rempah Nusantara yang patut dijaga serta dikenalkan kembali kepada generasi muda sebagai warisan alam Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....