Digitalisasi Bansos di Buleleng, Harapan Baru Warga untuk Bantuan yang Lebih Adil

  • 17 Apr 2026 16:54 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Digitalisasi Bansos
  • Buleleng
  • Harapan Baru
  • Bantuan yang Lebih Adil

RRI.CO.ID, Singaraja – Transformasi penyaluran bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan digitalisasi bansos membawa harapan baru bagi masyarakat Buleleng, khususnya dalam mewujudkan keadilan dan transparansi.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengetahui secara langsung apakah mereka layak menerima bantuan sosial hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bahkan, proses pengecekan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Namun, di balik kemudahan tersebut, tantangan juga muncul, terutama terkait kesiapan masyarakat dalam mengakses teknologi digital.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengakui bahwa tidak semua masyarakat, khususnya kelompok rentan dan lansia, familiar dengan penggunaan teknologi.

Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan agen perlinsos di setiap desa yang akan membantu masyarakat dalam proses pengecekan data dan pengajuan bantuan.

“Agen ini berasal dari kader desa seperti Dasa Wisma dan Posyandu, sehingga mereka lebih memahami kondisi masyarakat di wilayahnya,” ucapnya.

Selain itu, sistem digitalisasi bansos juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan apabila data yang muncul tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Hal ini menjadi penting, mengingat selama ini masih ditemukan kasus ketidaktepatan sasaran bantuan, baik karena data yang belum diperbarui maupun faktor administratif lainnya.

Dengan integrasi data lintas instansi, seperti kependudukan, perbankan, dan kepemilikan aset, sistem ini diharapkan mampu menutup celah penyalahgunaan bantuan sosial.

“Kalau dulu mungkin masih ada yang tidak jujur, sekarang akan lebih sulit karena semua data terintegrasi dan transparan,” ujarnya.

Meski demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam melakukan perekaman data kependudukan dan memperbarui informasi secara berkala.

Pemerintah juga terus melakukan sosialisasi dan pelatihan guna memastikan seluruh pihak, baik aparat desa maupun masyarakat, siap menghadapi transformasi digital ini.

Dengan kolaborasi semua pihak, digitalisasi bansos diharapkan tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....