BRIN Kaji TPS3R Baktiseraga, Dorong Penguatan Bali Bersih Sampah

  • 16 Apr 2026 20:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tim kajian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan lapangan ke TPS3R Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, Kamis, 16 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengumpulan data dalam rangka evaluasi implementasi program Gerakan Bali Bersih Sampah di sejumlah wilayah di Bali.

Kegiatan tersebut difokuskan untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Desa Baktiseraga dipilih karena dinilai mewakili karakteristik wilayah pesisir utara dengan pola pengelolaan berbasis desa. Hasil kajian diharapkan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Analis Kebijakan BRIN, Argo Nugroho, yang hadir bersama tim periset, menegaskan pentingnya penanganan persoalan sampah di Bali. Ia menyebutkan, isu sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berdampak pada sektor lain.

“Bali memiliki tantangan yang lebih kompleks karena selain isu kesehatan dan kebersihan, juga menyangkut wajah global pariwisata. Oleh karena itu, pengelolaan sampah menjadi sangat krusial,” ujar Argo.

Sebelum turun ke lapangan, tim BRIN juga telah melakukan diskusi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, pengelola TPS3R, hingga pengelola pasar. Diskusi tersebut menekankan pentingnya peran sektor hulu, khususnya dalam mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber.

Dalam kunjungan ke TPS3R Desa Baktiseraga, tim menilai pengelolaan sampah di lokasi tersebut berjalan cukup baik. Pengolahan sampah organik dinilai stabil dengan dukungan teknologi yang telah dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas yang ada juga dinilai mampu menunjang operasional pengolahan secara berkelanjutan.

“Kompos yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TPS3R, tetapi juga mampu memberikan tambahan insentif bagi para pekerja,” tambahnya.

Meski demikian, BRIN melihat masih ada peluang pengembangan yang perlu diperkuat. Peningkatan kapasitas layanan dan perluasan cakupan wilayah menjadi salah satu fokus agar manfaat pengelolaan sampah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ke depan, BRIN mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah. Dukungan dari pemerintah daerah, termasuk dinas teknis seperti pekerjaan umum dan lingkungan hidup, dinilai penting untuk memperkuat aspek anggaran, sumber daya manusia, dan teknologi.

Melalui kajian ini, BRIN menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....