Buleleng Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis Sistem Terintegrasi Nasional
- 16 Apr 2026 12:52 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng mulai bergerak cepat menyongsong transformasi digital bantuan sosial yang tengah didorong pemerintah pusat. Langkah ini tidak sekadar administratif, melainkan bagian dari upaya besar merombak sistem penyaluran bansos agar lebih akurat, transparan, dan minim penyimpangan.
Kepala Dinsos P3A Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan agen sekaligus menggencarkan sosialisasi ke desa dan kelurahan di seluruh wilayah Buleleng. Persiapan ini dinilai krusial mengingat perubahan sistem akan menyentuh langsung mekanisme pendataan hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Kami sedang menyiapkan agen di tingkat bawah dan melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan. Ini penting agar masyarakat dan perangkat desa memahami perubahan sistem bansos berbasis digital,” ujarnya.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi digital nasional yang menetapkan Provinsi Bali sebagai lokasi perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial berbasis Digital Public Infrastructure (DPI). Program ini menjadi bagian dari integrasi besar-besaran sekitar 27 ribu aplikasi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke dalam satu platform Government Technology (GovTech) berbasis kecerdasan buatan.
Kariaman menegaskan, integrasi ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik bansos, mulai dari data ganda hingga ketidaktepatan sasaran. Dengan sistem yang terhubung dan berbasis AI, pemerintah pusat hingga daerah akan memiliki satu data rujukan yang lebih valid dan real time.
“Dengan sistem ini, kita berharap tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran. Semua berbasis data yang terintegrasi, sehingga pengawasan juga lebih mudah dan transparan,” katanya.
Pemerintah menargetkan implementasi nasional platform GovTech tersebut pada Oktober 2026. Buleleng pun dituntut tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memastikan masyarakat tidak gagap teknologi, agar transformasi digital bansos benar-benar menjadi solusi, bukan justru menambah kesenjangan baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....