Hidup Bukan Sekadar Vibes tapi juga Dharma
- 16 Apr 2026 10:02 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Di tengah tren gaya hidup anak muda saat ini, istilah “vibes” menjadi sesuatu yang sangat lekat dengan keseharian. Saat lelah, orang memilih healing. Saat penat, memilih staycation. Saat overthinking, memilih larut dalam lagu-lagu galau. Semua itu sebenarnya sah-sah saja. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa setelah semua itu dilakukan, perasaan kosong masih tetap ada? Dalam obrolan SPADA, Putu Sariada, Penyuluh Agama Hindu, mengingatkan bahwa hidup tidak hanya soal mengikuti rasa nyaman, tetapi juga tentang arah dan tanggung jawab yang disebut sebagai dharma.
Menurut Putu Sariada, vibes bisa diartikan sebagai perasaan yang muncul dari pengalaman sehari-hari, baik dalam pergaulan, lingkungan, maupun hubungan dengan diri sendiri dan Tuhan. Namun, ia menegaskan bahwa perasaan tersebut tidak boleh lepas dari landasan dharma. “Vibes itu adalah rasa kita terhadap sesuatu yang kita jalani sehari-hari, tetapi harus tetap berlandaskan pada dharma,” ucapnya. Dalam ajaran Hindu, dharma dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu swadharma (kewajiban diri), samajika dharma (kehidupan sosial), dan dharma universal yang mencakup nilai-nilai kemanusiaan seperti cinta kasih dan tidak menyakiti sesama.
Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak anak muda terlalu fokus mengejar kenyamanan tanpa memperhatikan kewajiban. Misalnya, lebih memilih mengikuti tren media sosial dibanding menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Bahkan dalam konteks keagamaan, perubahan gaya hidup juga terasa. Tradisi kebersamaan yang dulu kental, kini mulai berkurang karena kesibukan dan perubahan pola hidup. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang terlalu larut dalam vibes tanpa arah, ia bisa kehilangan makna dari apa yang dijalani.
Untuk itu, penting bagi generasi muda untuk mulai menyeimbangkan antara mengikuti tren dan menjalankan dharma. Menikmati hidup boleh saja, tetapi harus tetap sadar akan kewajiban dan tujuan hidup. Dengan menjalankan swadharma dengan baik, seseorang justru akan menemukan kebahagiaan yang lebih bermakna. Putu Sariada mengingatkan bahwa hidup yang berlandaskan dharma akan membawa keseimbangan antara kebahagiaan dan tanggung jawab. “Ketika kita berlandaskan pada dharma, hidup itu pasti akan berjalan dengan baik,” ujarnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari apa yang terasa enak, tetapi dari apa yang dijalani dengan benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....