Membumikan Usadha Bali sebagai Penyembuhan Holistik

  • 15 Apr 2026 08:53 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Di tengah pesatnya perkembangan dunia medis modern, kearifan lokal penyembuhan tradisional Bali atau Usadha tetap eksis sebagai jalur alternatif yang diminati masyarakat.

Membumikan Usadha Bali sebagai penyembuhan holistik berarti mengintegrasikan pengetahuan pengobatan tradisional berbasis lontar ke dalam kehidupan modern.

Salah satu sosok yang konsisten menyuarakan pentingnya edukasi bahan herbal dan terapi tradisional adalah I Dewa Made Agung Suryawan, atau yang lebih dikenal dengan nama Jung Kumis.

Praktisi Usadha dan numerologi yang juga dikenal dengan teknik "Terapi Kretek"-nya ini menekankan bahwa penyembuhan tradisional Bali bukan sekadar mengobati fisik, melainkan menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan alam.

Dalam sebuah obrolan podcast di RRI Singaraja, Selasa, 14 April 2026, Jung Kumis mengungkapkan bahwa pemanfaatan bahan herbal kini kembali menjadi tren. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai pemahaman masyarakat.

"Pemanfaatan bahan herbal sebagai alternatif pengobatan sudah banyak diterapkan. Kendati begitu, edukasi terkait penggunaan bahan-bahan ini tetap harus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat sebenarnya dari alam secara tepat," ujar Jung Kumis.

Menurutnya, Usadha Bali yang bersumber dari naskah-naskah Lontar mengandung ribuan resep yang menggunakan tanaman obat (Taru Pramana) yang ada di sekitar kita. Kunci dari efektivitas herbal adalah ketepatan dalam pengolahan dan dosis yang sesuai dengan karakter penyakit.

Jung Kumis tidak hanya mengandalkan ramuan. Ia dikenal luas karena metode penyembuhannya yang mengombinasikan beberapa teknik sekaligus yakni : teknik terapi Prana & Yoga, teknik Akupresur dan teknik terapi Kretek.

Dalam Podcast juga disampaikan bahwa diagnosis penyakit dari klien yang ditangani oleh Jung Kumis menggunakan metode pendekatan sesuai dengan kelahiran.

“Setiap orang memiliki kelahiran yang berbeda berdasarkan wariga, hari, tanggal dan bulan lahir. Sehingga kecocokan obat herbal, dengan titik kesembuhannya, bisa diketahui” ujarnya.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Usadha Bali yang memandang kesehatan sebagai kondisi harmonis antara Bhuana Alit (tubuh manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....