Kasus Gigitan Anjing di Jembrana Masih Tinggi, Vaksinasi Digencarkan
- 13 Apr 2026 14:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Kasus gigitan anjing di Kabupaten Jembrana masih menjadi perhatian serius. Rata-rata, jumlah kejadian mencapai sekitar 500 kasus setiap bulan, baik yang dinyatakan negatif maupun positif rabies.
Data terbaru mencatat, sejak Januari hingga 13 April 2026, terdapat 21 kasus gigitan anjing yang terkonfirmasi positif rabies. Kasus tersebut tersebar di lima kecamatan di wilayah Jembrana.
Untuk menekan penyebaran rabies, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana mengintensifkan pelaksanaan gebyar vaksinasi rabies tahun 2026. Kegiatan perdana digelar di Kecamatan Mendoyo dan Melaya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyampaikan vaksinasi di Mendoyo dimulai dari Desa Pohsanten dengan melibatkan tim swasta. Sementara di Melaya, kegiatan dilakukan tim pemerintah dengan menyasar Desa Candikusuma dan Desa Moding.
Ia menegaskan, pihaknya menargetkan cakupan vaksinasi minimal 80 persen dari total populasi anjing guna membentuk kekebalan kelompok dan menekan risiko penularan rabies.
“:Dari estimasi, populasi anjing di Jembrana pada 2025 tercatat sebanyak 41.625 ekor. Sementara pada 2026, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 40.400 ekor,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Terkait ketersediaan vaksin, saat ini stok di Jembrana mencapai sekitar 12.400 dosis. Kebutuhan vaksin juga didukung oleh pemerintah provinsi sehingga dinilai mencukupi. Selain itu, pemerintah daerah melalui APBD II turut memberikan dukungan operasional dengan tambahan sekitar 5.000 dosis vaksin. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pengendalian rabies di Jembrana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....