Pembersihan Pasca Banjir Tegalcangkring Masih Dilakukan
- 07 Apr 2026 13:39 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Memasuki hari kedua pascabanjir di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, upaya pembersihan masih terus dilakukan di sejumlah lokasi terdampak. Hingga Selasa 7 April 2026 pagi, kawasan Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, masih dipenuhi sisa material lumpur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama unsur terkait melaksanakan kegiatan gotong royong sejak kejadian banjir pada Minggu 5 April 2026 malam. Pembersihan difokuskan pada akses jalan serta lingkungan permukiman warga yang sebelumnya tertutup lumpur akibat luapan air.
Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, mengatakan proses pembersihan masih berlangsung di hari kedua, terutama di wilayah Tegalcangkring yang menjadi lokasi terdampak paling parah. Tercatat sekitar 175 rumah warga terdampak di wilayah tersebut, serta lima rumah lainnya di Desa Pohsanten.
Ia menjelaskan, saat ini penanganan difokuskan pada pembersihan lumpur yang masih menutup akses jalan. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD terkait penyaluran bantuan bagi warga, seperti kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan masih tertutup lumpur sehingga memerlukan penanganan lanjutan. Sebelumnya, penanganan juga dilakukan pada dua titik longsor yang sempat menutup badan jalan dengan menggunakan alat berat.
Selain banjir, bencana juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Mendoyo. Kondisi tersebut turut menghambat proses pemulihan akses di sejumlah titik.
Kegiatan pembersihan melibatkan BPBD Jembrana, Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusdalops, jajaran Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, kepala lingkungan, serta masyarakat setempat. Banjir yang terjadi di Tegalcangkring ini disebut sebagai yang terbesar dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir.
Luapan air dari DAM Tegalcangkring menggenangi permukiman warga di bagian selatan, khususnya di wilayah Baler Bale Agung hingga mencapai area Pasar Tegalcangkring yang berada di jalur utama Denpasar–Gilimanuk.
Pembersihan saat ini diprioritaskan pada jalur utama dan lingkungan permukiman agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Sementara itu, untuk ketersediaan air bersih di rumah warga dilaporkan tidak mengalami kendala.
Pemerintah kecamatan bersama BPBD memastikan pembersihan akan terus dilanjutkan di titik-titik terdampak lainnya. Masyarakat juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan bencana susulan, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....