Banjir Rendam Empat Desa di Mendoyo

  • 05 Apr 2026 16:24 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu 5 Maret 2026 menyebabkan air sungai dan DAM meluap hingga merendam permukiman warga.

Selain curah hujan yang tinggi, kondisi saluran air yang tidak ada pembuangan memicu banjir. Akibatnya, puluhan kepala keluarga terdampak banjir di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Tegalcangkring, Desa Pohsanten, Desa Mendoyo Dauh Tukad, dan Desa Yehembang.

Genangan air berwarna keruh juga dilaporkan masuk ke area Pasar Tegalcangkring. Padahal, lokasi tersebut sebelumnya dikenal relatif aman dari banjir.

Luapan air juga menggenangi jalur utama Denpasar–Gilimanuk di wilayah Tegalcangkring. Kondisi ini membuat pengguna jalan diminta lebih waspada karena permukaan jalan menjadi licin dan tergenang. Sementara itu, di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, genangan air bahkan dimanfaatkan warga untuk bermain menggunakan ban bekas. Di Pohsanten, air sungai juga meluap hingga menggenangi DAM dan jalan di Banjar Rangdu.

“Air di jalan utama cukup tinggi, jadi harus hati-hati karena licin. Pasar juga ikut terendam,” ujar Ade, warga yang melintas.

Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian banjir tersebut. Ia menyebutkan bahwa genangan terjadi di beberapa desa, meskipun tidak merata karena perbedaan kontur wilayah.

"Info sementara banjir terjadi di Yehembang, Tegalcangkring, Pohsanten, dan Mendoyo Dauh Tukad. Namun tidak semua titik terdampak sama,” ujar Nova.

Hingga Minggu sore, aparat masih melakukan pendataan serta penanganan dampak banjir di lokasi terdampak.

“Kami masih melakukan pendataan dan upaya penanggulangan,” ujar Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....