Pariwisata Buleleng dan Peran Anak Muda Masa Kini

  • 05 Apr 2026 15:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja: Pariwisata di Buleleng terus menunjukkan perkembangan yang menarik, terutama dengan hadirnya berbagai program seperti pengembangan kawasan titik nol Singaraja. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk mengangkat kembali identitas Singaraja sebagai kota tua yang sarat sejarah sekaligus destinasi wisata yang layak diperhitungkan. Di tengah geliat ini, peran anak muda menjadi sangat penting, baik sebagai penikmat wisata maupun sebagai agen promosi yang mampu membawa citra Buleleng ke level yang lebih luas.

Dea Sesarahayu, Semeton Jegeg Bagus Buleleng, melihat bahwa pariwisata di Buleleng memiliki potensi besar yang bisa terus dikembangkan. Menurutnya, anak muda saat ini cenderung mencari pengalaman wisata yang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi. “Anak muda sekarang suka pariwisata yang bukan hanya hiburan, tapi juga memberikan edukasi dan pengalaman baru,” ujar Dea. Hal ini menjadi peluang besar bagi Buleleng untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna.

Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua destinasi wisata mendapatkan perhatian yang sama. Banyak tempat yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi belum dikenal luas karena kurangnya promosi atau pengemasan yang menarik. Dea menilai bahwa media sosial memiliki peran besar dalam membentuk persepsi anak muda terhadap suatu tempat wisata. “Tempat wisata bisa jadi menarik kalau dikemas dengan baik dan dipromosikan secara kreatif di media sosial,” ucap Dea. Oleh karena itu, keterlibatan anak muda dalam membuat konten kreatif menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.

Selain itu, konsistensi dalam mempromosikan pariwisata juga menjadi kunci. Tidak cukup hanya sekali viral, tetapi perlu upaya berkelanjutan agar destinasi wisata tetap dikenal dan diminati. Anak muda bisa memulai dari hal kecil seperti membagikan pengalaman mereka saat berkunjung ke suatu tempat, mencantumkan lokasi, hingga memberikan ulasan yang jujur. Dengan begitu, promosi pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan generasi muda sebagai motor utamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....