Peran Nyata Pemuda Menjaga Nilai Keindonesiaan Era Digital
- 05 Apr 2026 15:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Di era digital yang serba cepat, peran pemuda dalam menjaga nilai ke-Indonesiaan menjadi semakin krusial. Informasi yang tersebar luas tanpa batas sering kali memicu kesalahpahaman, bahkan konflik yang berawal dari hal kecil. Anak muda sebagai generasi yang paling dekat dengan teknologi memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga penyaring yang bijak sebelum menyebarkan sesuatu.
Bayu Sukrisnawan, Anggota KNPI Buleleng, menegaskan bahwa peran pemuda tidak cukup hanya dengan tidak ikut-ikutan dalam hal negatif, tetapi juga harus aktif mengambil bagian dalam menjaga persatuan. Salah satu bentuk nyata yang bisa dilakukan adalah dengan menyuarakan kebenaran dan mengedukasi lingkungan sekitar. “Anak muda harus cerdas dalam menyaring informasi sebelum membagikannya, karena hoaks bisa memecah persatuan,” kata Bayu. Ia juga menyoroti bahwa banyak konflik yang muncul sebenarnya dipicu oleh informasi yang tidak benar namun terlanjur menyebar luas.
Selain itu, peran pemuda juga terlihat dalam keterlibatan mereka di organisasi. Bayu menceritakan bagaimana kolaborasi lintas organisasi keagamaan di bawah naungan KNPI mampu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Dalam berbagai kegiatan sosial, seperti membantu korban bencana, para pemuda dari latar belakang berbeda bisa bekerja sama tanpa memandang perbedaan. “Kami tidak melihat agama atau suku, yang penting adalah membantu sesama sebagai bagian dari Indonesia,” ujar Bayu. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai ke-Indonesiaan masih hidup melalui aksi nyata.
Lebih jauh, langkah kecil seperti mencintai budaya sendiri juga menjadi fondasi penting. Anak muda diajak untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah, menjaga tradisi, dan tetap bangga dengan identitasnya. Konsistensi menjadi kunci utama, karena perubahan tidak terjadi secara instan. Ketika anak muda mampu menunjukkan bahwa budaya lokal tetap relevan dan keren, maka persepsi “ketinggalan zaman” akan perlahan hilang. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, generasi muda bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan nilai ke-Indonesiaan di tengah tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....