Pemuda dan Identitas Indonesia di tengah Arus Global
- 05 Apr 2026 15:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Di tengah derasnya arus globalisasi, anak muda Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tidak sederhana. Berbagai budaya luar dengan mudah masuk melalui media sosial, tren gaya hidup, hingga pola pikir yang perlahan membentuk cara pandang generasi muda. Kondisi ini sering kali memunculkan pertanyaan mendasar: apakah kita masih memegang kuat identitas sebagai orang Indonesia? Pertanyaan ini menjadi penting, terutama ketika banyak anak muda mulai lebih akrab dengan budaya luar dibandingkan budaya sendiri.
Menurut Bayu Sukrisnawan, Anggota KNPI Buleleng, nilai-nilai ke-Indonesiaan sebenarnya masih cukup terasa di kalangan anak muda, khususnya di lingkungan yang menjunjung tinggi keberagaman. Ia melihat bahwa toleransi masih menjadi kekuatan utama. “Anak muda sekarang masih menjaga nilai ke-Indonesiaan, terutama dalam hal toleransi dan tidak membeda-bedakan suku, agama, dan budaya,” ujar Bayu. Hal ini terlihat dari kehidupan kampus yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah namun tetap mampu hidup berdampingan dengan harmonis.
Meski demikian, tantangan terbesar justru datang dari derasnya pengaruh tren global yang tidak selalu sesuai dengan budaya lokal. Bayu menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi dan tren yang masuk. Ia mencontohkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua tren luar bisa diterapkan begitu saja karena bisa bertentangan dengan nilai budaya yang sudah ada. “Kalau kita tidak menyaring tren yang masuk, lama-kelamaan nilai Indonesia dalam diri kita bisa hilang,” ucap Bayu. Oleh karena itu, kesadaran untuk tetap berpegang pada jati diri menjadi kunci agar tidak kehilangan identitas.
Pada akhirnya, menjaga nilai ke-Indonesiaan bukanlah hal yang besar dan rumit, melainkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Menghargai perbedaan, menggunakan bahasa daerah, hingga tetap bangga dengan budaya sendiri adalah langkah nyata yang bisa dilakukan. Anak muda tidak harus menolak modernitas, tetapi perlu bijak dalam mengadaptasinya. Dengan begitu, mereka tetap bisa berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitas bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....