Kelurahan Mediasi Warga Protes dan Pengurus Angkutan di Gilimanuk

  • 03 Apr 2026 14:38 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, memfasilitasi mediasi terkait keluhan warga atas masuknya kendaraan besar ke gang permukiman, Kamis 2 April 2026. Pertemuan yang digelar di Kantor Lurah Gilimanuk ini melibatkan aparat, pengurus angkutan, serta perwakilan masyarakat terdampak.

Mediasi dipimpin Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadi Kusuma, dan dihadiri Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKBP Arya Agung Arjana Putra, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para kepala lingkungan, serta perwakilan pengurus bus, travel, dan truk.

Dalam pertemuan tersebut dibahas dampak yang ditimbulkan akibat kendaraan besar yang masuk ke gang permukiman, di antaranya kerusakan jalan, putusnya kabel listrik dan jaringan internet, kerusakan gapura serta atap rumah warga, hingga meningkatnya volume sampah saat antrean kendaraan terjadi.

Perwakilan pengurus bus, I Komang Pasek Antara, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.

“Kami siap bertanggung jawab dan mengganti kerusakan seperti semula. Ke depan, kendaraan besar tidak akan diarahkan masuk ke gang,” ujarnya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk menegaskan agar seluruh pengemudi kendaraan besar tetap mematuhi aturan dan menggunakan jalur utama menuju pelabuhan.

“Jangan mencari jalur alternatif yang justru merugikan masyarakat. Semua kendaraan besar wajib melalui jalur utama,” tegasnya.

Perwakilan warga dalam forum tersebut meminta agar kendaraan besar tidak lagi dipaksakan melintas di gang sempit, terutama yang memiliki dimensi tinggi karena berpotensi merusak fasilitas dan membahayakan lingkungan sekitar.

Lurah Gilimanuk menegaskan bahwa gang permukiman tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar. Ia juga menyoroti penataan kabel utilitas yang masih rendah serta persoalan sampah yang meningkat saat terjadi antrean panjang.

Sebelumnya, antrean kendaraan logistik dan bus menuju Pelabuhan Gilimanuk sejak awal pekan memicu protes warga. Sejumlah kendaraan besar nekat melintas di gang permukiman untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Akibatnya, selain merusak badan jalan, kendaraan tersebut juga menyebabkan kabel listrik dan jaringan internet putus. Warga sempat melakukan aksi penutupan akses gang untuk menghentikan kendaraan besar yang melintas.

Pasca koordinasi dan mediasi, kendaraan bus dan truk kini tidak lagi melintasi gang permukiman. Antrean kendaraan kembali terpusat di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....