Ekspor Bali Turun, BPS Dorong Diversifikasi dan Inovasi Produk

  • 31 Mar 2026 22:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Penurunan kinerja ekspor Bali pada Januari 2026 menjadi sinyal perlunya pembenahan struktur perdagangan luar negeri daerah. Nilai ekspor yang tercatat sebesar US$48,32 juta atau turun 1,29 persen secara tahunan menunjukkan tekanan yang tidak bisa diabaikan.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menilai ketergantungan pada komoditas tertentu membuat ekspor Bali rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, diversifikasi produk menjadi langkah penting ke depan.

Menurutnya, sektor pertanian dan pertambangan yang mengalami penurunan signifikan menjadi indikator bahwa daya tahan ekspor Bali masih perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi perubahan permintaan pasar internasional.

“Kita perlu mendorong inovasi produk ekspor dan memperluas pasar tujuan. Tidak hanya bergantung pada komoditas tradisional, tetapi juga mengembangkan produk bernilai tambah tinggi agar ekspor Bali lebih tahan terhadap tekanan global,” ucapnya.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang masih tumbuh meski tipis dinilai menjadi harapan dalam menjaga stabilitas ekspor Bali. Penguatan sektor ini perlu didorong melalui peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan menjadi kunci. Dengan strategi yang tepat, Bali diharapkan tidak hanya mampu menahan tekanan, tetapi juga meningkatkan daya saing produk ekspornya di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....