Dharma Santi dan Halal Bihalal Perkuat Kerukunan Umat Buleleng
- 31 Mar 2026 10:55 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaksanaan Dharma Santi Nyepi Tahun Caka 1948 yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Selasa 31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarumat beragama di Buleleng. Selain itu, acara ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Ketua panitia, Ni Putu Suliasih, menyampaikan bahwa penggabungan dua momentum keagamaan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol nyata bahwa perbedaan tidak harus dipertentangkan, melainkan dapat menyatu dalam harmoni. “Kegiatan Dharma Santi dan Halal Bihalal ini kami rangkaikan sebagai bukti bahwa perbedaan dapat menjadi satu kesatuan yang indah dalam bingkai kerukunan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Sinergi dan semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan acara ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta para undangan yang telah berkenan hadir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suliasih menjelaskan tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni “Vasudhaiva Kutumbakam dalam Ukhuwah Basyariah menuju Harmoni dalam Bingkai Kebinekaan.” Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga dalam kemanusiaan. Melalui nilai tersebut, diharapkan tumbuh rasa persaudaraan yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Momentum Dharma Santi yang sarat dengan introspeksi diri serta Halal Bihalal yang identik dengan saling memaafkan, menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan sosial. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Dengan demikian, kehidupan yang rukun dan damai dapat terus terjaga.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, menekankan pentingnya rasa syukur atas perayaan hari-hari suci keagamaan. Ia menyebut, momentum ini mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. “Sesungguhnya kita semua bersaudara, tidak ada perbedaan yang memisahkan. Dari Buleleng kita tunjukkan bahwa kerukunan itu nyata,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Buleleng tergolong sangat baik. Hal tersebut terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dalam kegiatan ini. “Ini bukti bahwa Buleleng tidak memiliki masalah dalam kerukunan, semua elemen bersatu menjaga keharmonisan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Pendidikan Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan lintas agama ini. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dalam memperkuat nilai kebinekaan. “Tema ini mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga, yang harus hidup dalam harmoni dan saling menghormati,” ungkapnya.
Ia juga meluruskan bahwa konsep Vasudhaiva Kutumbakam berasal dari kitab Maha Upanisad yang mengajarkan universalitas persaudaraan manusia. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan konsep Ukhuwah Basyariah dalam Islam. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi nilai-nilai luhur antaragama.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap kerukunan umat beragama di Buleleng dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Selain itu, acara ini juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun harmoni di tengah keberagaman. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat persatuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....