Percepatan Layanan Jaga Arus Ketapang–Gilimanuk Tetap Lancar
- 30 Mar 2026 18:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan peningkatan signifikan. Meski antrean kendaraan memanjang, pergerakan tetap terjaga berkat percepatan layanan yang diterapkan operator penyeberangan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menempatkan strategi percepatan layanan sebagai langkah utama menjaga kelancaran arus kendaraan. Pendekatan ini difokuskan pada efisiensi di setiap titik layanan, mulai dari dermaga hingga pengaturan kendaraan di darat.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa pengendalian kepadatan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal. “Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak,” ujarnya.
Optimalisasi waktu bongkar muat menjadi bagian penting dalam percepatan tersebut. Rata-rata durasi layanan dipangkas hingga sekitar 35 menit per siklus, sehingga rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat.
Ia menambahkan bahwa antrean kendaraan pada masa puncak arus balik merupakan hal yang sulit dihindari. “Yang terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,8 kilometer dari akses masuk Pelabuhan Ketapang. Kendaraan yang mendominasi antara lain mobil pribadi, truk sedang dan besar, serta bus yang terus bergerak menuju pelabuhan.
Untuk merespons lonjakan tersebut, sebanyak 34 kapal dioperasikan bersama operator lainnya. Dari jumlah tersebut, 22 kapal menerapkan pola TBB di sejumlah dermaga, serta didukung empat kapal tambahan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.
Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10. Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah memasuki Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih bergerak menuju pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pengaturan arus kendaraan dari sisi darat menjadi faktor penting. “Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” katanya.
Puncak arus balik tercatat pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Komposisi kendaraan didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.
Sejumlah buffer zone seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri dioptimalkan sebagai kantong parkir dan titik pengendalian. Koordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan untuk menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali.
ASDP mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui Ferizy dan merencanakan perjalanan dengan baik. “Keselamatan adalah prioritas. Pastikan perjalanan dilakukan dengan aman dan nyaman,” ujar Yossianis mengakhiri.
Dengan percepatan layanan dan pengendalian arus yang terukur, operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk diharapkan tetap berjalan stabil hingga akhir periode arus balik Lebaran 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....