Cuaca Ekstrem Melanda, Belasan Hektare Sawah di Jembrana Roboh

  • 29 Mar 2026 13:22 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Jembrana mulai berdampak serius pada sektor pertanian. Fenomena alam ini menyebabkan belasan hektare tanaman padi milik petani di sejumlah wilayah mengalami rebah, yang memicu kekhawatiran akan merosotnya produktivitas panen.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terdampak mencapai 13,5 hektare. Kerusakan tersebut terkonsentrasi di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana.

"Data yang masuk seluas 13,5 hektare di Kecamatan Negara dan Jembrana. Meskipun banyak yang roboh, kondisinya syukurnya tidak sampai menyebabkan puso atau gagal panen total," ujar Arya Kusuma, Minggu 29 Maret 2026.

Arya menjelaskan, tanaman padi yang masih dalam fase pertumbuhan muda menjadi yang paling rentan. Penurunan hasil panen sangat bergantung pada seberapa cepat tanaman tersebut mampu melakukan pemulihan (recovery) pasca diterjang angin. Pihaknya berharap cuaca akan membaik dalam sebulan ke depan mengingat banyak subak yang memasuki masa panen bulan ini.

Namun, persoalan tidak hanya pada fisik tanaman. Kondisi padi yang rebah otomatis menurunkan kualitas gabah, yang berimplikasi pada harga jual di tingkat petani.

"Harga gabah sebenarnya masih di atas batas minimum, tapi karena padi roboh, kualitasnya turun dan harga di pasar cenderung melemah," tambahnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh salah seorang petani setempat, I Komang Wiasa. Ia mengeluhkan tingginya kadar air pada padi yang rebah, sehingga para pengepul atau penebas biasanya memberlakukan sistem potongan harga atau repaksi.

"Penebas biasanya menerapkan persentase repaksi karena kadar air tinggi. Kami berharap potongannya tidak terlalu besar agar petani tidak merugi terlalu dalam," kata Wiasa.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana terus menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan intensif di lapangan. Pemerintah daerah mengimbau para petani untuk segera melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti perbaikan saluran irigasi dan perawatan ekstra guna mempercepat pemulihan tanaman yang terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....