Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026

  • 27 Mar 2026 10:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Ribuan umat Hindu di Bali bersiap menyambut Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih yang dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kadasa (sekitar Maret-April) sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Berdasarkan Dudonan (jadwal) resmi yang dikeluarkan oleh Panitia Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, tanggal 4 Maret 2026, puncak upacara suci ini pada Purnama sasih Kedasa (Wrehaspati Wage Watugunung) Kamis, 2 April 2026.

Rangkaian karya tahun ini telah dimulai dengan prosesi Ngaturang Pemiut dan Negtegang, pada Saniscara Pon Ugu, 7 Maret 2026. Salah satu tahapan krusial sudah dilewati adalah upacara penyucian alam semesta, Tawur Tabuh Gentuh pada 18 Maret 2026 (Tilem Kesanga). Untuk menjaga kenyamanan pamedek, panitia telah mengatur jadwal Bhakti Penganyar bagi kabupaten/kota di Bali serta umat dari luar daerah:

6 April: Kota Denpasar

7 April: Kabupaten Badung

9 April: Kabupaten Klungkung

10 April: Kabupaten Karangasem

13 April: Kabupaten Tabanan

14 April: Kabupaten Buleleng

15 April: Kabupaten Gianyar

17 April: Kabupaten Jembrana

20 April: Kabupaten Bangli

23 April: Prosesi Penyineban (Penutupan upacara)

Mengenai esensi dari Karya IBTK 2026 ini, Pendiri sekaligus Manggala Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Ida Bhawati Hermawan Tangkas menekankan pentingnya makna spiritual di balik kemegahan upacara.

Beliau menyampaikan bahwa IBTK bukan sekadar ritual rutin, melainkan simbol rasa Syukur atas turunnya seluruh manifestasi Tuhan (Ida Bhatara) untuk memberikan anugerah keselamatan. Momen ini diyakini sebagai waktu turunnya seluruh manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari seluruh pura di area Besakih ke dunia untuk memberikan restu, perlindungan, serta anugerah kepada umat-Nya.

"Turun Kabeh memiliki arti turun bersama-sama. Hal ini menunjukkan aspek ketuhanan berkumpul menjadi satu, melambangkan kesatuan energi suci serta harmonisasi hubungan antara manusia dengan Tuhan dan alam semesta,” kata Ida Bhawati.

Umat Hindu datang berbondong-bondong ke Pura Besakih untuk melaksanakan bakti serta menghaturkan dana punia. Tujuannya adalah memohon keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta mendoakan alam semesta sebagai wujud syukur.

Menurut Ida Bhawati, upacara ini berfungsi untuk menyeimbangkan alam semesta dengan jiwa kita (Bhuana Agung dan Bhuana Alit) agar tercipta keselarasan hidup. Ida Bhawati juga mengimbau seluruh umat Hindu yang akan tangkil ke Pura Besakih selama rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh, agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian area suci pura. Kehadiran umat dari berbagai daerah dalam jadwal Penganyar sebagai wujud persatuan spiritual dalam menjaga taksu pulau ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....