TPA Peh Overload, Sampah Pemudik Sempat Tertahan
- 26 Mar 2026 10:35 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Pengiriman sampah pemudik dari Gilimanuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Jembrana, sempat mengalami penundaan akibat kapasitas TPA yang penuh dan pengelolaan yang belum optimal. Kondisi tersebut dipicu keterbatasan alat berat di lokasi. Saat ini, operasional di TPA Peh hanya ditopang satu unit ekskavator, sementara empat alat berat lainnya dilaporkan rusak dan belum bisa digunakan.
Kepala UPTD TPA Peh, Putu Ardana, Rabu 25 Maret 2026, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, keterbatasan alat berat membuat proses pengolahan sampah tidak berjalan maksimal.
“TPA sempat overload karena hanya mengandalkan satu alat berat. Empat unit lainnya rusak, sehingga kami harus menyewa alat dari pihak swasta,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ardana menjelaskan, meskipun sampah masih dapat masuk ke area TPA, proses pemilahan dan penataan belum bisa dilakukan secara optimal karena keterbatasan peralatan.
“Alat berat yang tersedia tetap beroperasi, tetapi karena hanya satu unit, penanganan sampah belum maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan alat berat sebenarnya sudah dikoordinasikan dengan pihak bengkel. Namun, proses tersebut tertunda karena libur cuti bersama Lebaran 2026.
“Teknisi dijadwalkan datang setelah libur. Kami harap perbaikan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Dalam tiga hari terakhir, sampah kiriman dari Gilimanuk mulai kembali masuk ke TPA Peh. Tercatat sekitar 9 ton sampah telah diangkut menggunakan dua truk.
“Sampah dari Gilimanuk sudah mulai masuk. Namun karena alat berat terbatas, penanganannya masih belum maksimal,” ucapnya.
Di sisi lain, sampah harian dari wilayah lain juga terus berdatangan ke TPA Peh, sehingga menambah beban pengolahan di tengah keterbatasan yang ada. Pihaknya pun berkomitmen segera memperbaiki seluruh alat berat yang rusak agar pengelolaan sampah kembali optimal. Ardana menyebut, sebelumnya sempat direncanakan pengadaan alat berat baru, namun rencana tersebut batal akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
“Kerusakan terjadi secara bertahap. Dulu semua alat masih berfungsi, sekarang seluruhnya mengalami kerusakan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....