Jembrana Perbaiki 60 Kilometer Jalan, Anggaran Capai Rp100 Miliar

  • 24 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap melanjutkan program perbaikan infrastruktur jalan pada 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp100 miliar dengan target penanganan sekitar 60 kilometer ruas jalan.

Pendanaan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sejumlah daerah di Bali, yakni Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, serta Kota Denpasar, ditambah alokasi dari APBD Kabupaten Jembrana.

Kepala Dinas PUPR dan Perhubungan Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengatakan perbaikan difokuskan pada jalan dengan kondisi rusak berat, sementara untuk kerusakan ringan dilakukan melalui pemeliharaan operasional (OP).

“Perbaikan sudah mulai berjalan. Saat ini ada sekitar tujuh paket pekerjaan yang telah masuk tahap tender, dengan pelaksanaan awal di wilayah timur,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.

Ia menjelaskan, total panjang jalan yang ditangani mencapai 60 kilometer yang terbagi dalam sekitar 28 paket pekerjaan. Rinciannya, anggaran BKK berasal dari Provinsi Bali sebesar Rp50 miliar, Kabupaten Badung Rp40 miliar, Kota Denpasar Rp5 miliar, dan Kabupaten Gianyar Rp2,5 miliar. Selain itu, terdapat tambahan Rp3 miliar dari APBD Jembrana.

Dari keseluruhan proyek tersebut, ruas terpanjang berada di jalur Pengragaoan–Mengenuanyar dengan panjang sekitar 9 kilometer. Pekerjaan terbagi dalam 15 paket hotmix dan 13 paket beton.

Selain itu, terdapat satu paket pemeliharaan rutin yang dibiayai APBD senilai Rp3 miliar dan telah mulai dilaksanakan.

Di sektor lain, penataan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga tengah dipersiapkan. Pengadaan direncanakan mulai Juni mendatang untuk mengatasi sejumlah titik yang kerap mengalami gangguan penerangan.

Penanganan PJU dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Untuk jalan nasional menjadi tanggung jawab balai, jalan provinsi oleh pemerintah provinsi, sedangkan jalan kabupaten dan desa ditangani pemerintah daerah.

Dinas yang kini menggabungkan urusan pekerjaan umum dan perhubungan tersebut tetap melakukan perbaikan di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Patung Adipura hingga wilayah Baluk. Perbaikan ringan, seperti sambungan listrik, dilakukan segera, sementara kerusakan yang memerlukan penggantian komponen menunggu proses pengadaan.

Sementara itu, untuk pembangunan jembatan, tahun ini belum terdapat proyek baru yang didanai melalui APBD. Pemerintah daerah masih menunggu realisasi pembangunan tiga jembatan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) yang akan ditangani oleh balai terkait.

Kebutuhan infrastruktur jembatan di Jembrana masih cukup tinggi. Hingga kini, tercatat sedikitnya sembilan titik yang memerlukan penanganan, baik berupa perbaikan maupun pembangunan baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....