Pengerupukan Fest #2 Buleleng Pukau Ribuan Warga di Catuspata Singaraja
- 18 Mar 2026 18:18 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Ribuan masyarakat memadati kawasan Catuspata Desa Adat Buleleng pada Rabu 18 Maret 2026 malam untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh dalam gelaran Pengerupukan Fest #2. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian malam pengerupukan dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.
Sejak pukul 17.00 Wita, masyarakat dari berbagai wilayah di Buleleng mulai berdatangan dan memenuhi simpang empat pusat Kota Singaraja. Antusiasme warga terlihat tinggi, menunjukkan kuatnya daya tarik tradisi budaya di tengah perkembangan zaman.
Sebanyak 27 ogoh-ogoh dari 14 banjar adat di wilayah Desa Adat Buleleng turut ambil bagian dalam parade tersebut. Masing-masing banjar menampilkan kreativitas seni dengan berbagai bentuk ogoh-ogoh yang sarat makna simbolik.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra membuka langsung kegiatan dengan tradisi khas Buleleng, yakni ngoncang. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan menjadi agenda budaya unggulan daerah.
“Tentu segala persiapan sudah dilakukan oleh panitia maupun instansi terkait. Saya harap masyarakat dapat menyaksikan dengan baik. Tahun depan bisa kita gelar di titik nol Kota Singaraja karena ini sudah masuk Kalender Event Buleleng,” ujarnya.
Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan parade ogoh-ogoh mengambil rute dari depan Kantor DPRD Buleleng, melintasi Jalan Veteran, menuju Catuspata, dan berakhir di Setra Desa Adat Buleleng.
Di titik utama Catuspata, masing-masing banjar adat diberikan kesempatan menampilkan atraksi ogoh-ogoh selama 10 hingga 20 menit. Penampilan tersebut menjadi daya tarik utama yang memukau masyarakat yang hadir.
“Ogoh-ogoh melakukan atraksi di Catuspata Desa Adat Buleleng dengan durasi 10 hingga 20 menit per banjar adat,” ucapnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat kepolisian dan pecalang. Kasatlantas Polres Buleleng, Bachtiar Arifin menyampaikan pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Truk besar dari arah Denpasar diarahkan untuk parkir di Terminal Sangket mulai pukul 18.00 hingga 24.00 Wita, sementara kendaraan lainnya dialihkan melalui jalur Sambangan guna menghindari kemacetan.
Selain itu, sebanyak 45 pecalang Desa Adat Buleleng turut dikerahkan untuk membantu pengamanan dan menjaga ketertiban selama parade berlangsung.
Pengerupukan Fest #2 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai ruang ekspresi budaya yang mempererat kebersamaan. Tradisi ogoh-ogoh yang sarat nilai spiritual dan filosofi kembali menegaskan identitas budaya Bali yang tetap lestari dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....