Tawur Kesanga di Buleleng Sucikan Bhuana dan Perkuat Toleransi
- 18 Mar 2026 18:11 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Umat Hindu di Desa Adat Buleleng melaksanakan upacara Tawur Kesanga di kawasan simpang empat Pura Desa Adat Buleleng, Rabu 18 Maret 2026. Ritual ini menjadi bagian penting dalam rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi sekaligus momentum penyucian alam semesta.
Sejak pukul 07.00 Wita, suasana spiritual mulai terasa di catuspata alit Desa Adat Buleleng. Prosesi diawali dengan pecaruan yang berlangsung khusyuk, ditandai dengan asap dupa yang mengepul mengiringi doa-doa umat.
Usai pecaruan, rangkaian dilanjutkan dengan iring-iringan Tri Datu Desa Adat Buleleng yang membawa tirta menuju catuspata. Prosesi berjalan tertib dan penuh makna sebagai simbol penyucian bhuana alit dan bhuana agung.
Upacara Tawur Kesanga kali ini dipuput oleh para sulinggih, di antaranya Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Surya, serta beberapa sulinggih lainnya yang memimpin jalannya upacara.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah turut menambah khidmat pelaksanaan upacara. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekda Gede Suyasa, Forkopimda, serta tokoh lintas agama tampak mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra mengajak masyarakat menjadikan momen Tahun Baru Caka sebagai ruang refleksi diri, terlebih perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
| Baca juga: Bubur Pirata dalam Upacara Pitra Yadnya |
“Ini saat yang tepat untuk merefleksi diri dan menjaga harmonisasi antar umat beragama,” ujarnya.
Sebelumnya, rangkaian upacara juga diawali dengan ritual mapepada sebagai bentuk penyucian hewan kurban dalam yadnya. Seluruh tahapan upacara berjalan lancar dan tertib.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan Tawur Kesanga bukan sekadar tradisi, tetapi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia.
“Ini adalah bentuk keseimbangan yang harus terus dijaga,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PHDI Buleleng, Gde Made Metera dalam dharma wacana menyampaikan bahwa Tawur Kesanga merupakan yadnya besar untuk menyucikan alam semesta sekaligus momentum introspeksi diri atau mulat sarira.
Melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai spiritual, harmoni, dan toleransi kembali ditegaskan. Tawur Kesanga di Desa Adat Buleleng menjadi refleksi bersama dalam menjaga keseimbangan kehidupan serta memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....