Prosesi Melasti Pura Agung Jagatnatha Buleleng jelang Nyepi

  • 17 Mar 2026 13:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Rangkaian upacara Melasti di Pura Agung Jagatnatha berlangsung Senin, 16 Maret 2026 dengan penuh khidmat sebagai bagian dari penyucian diri dan alam menjelang Hari Suci Nyepi.

Bidang Pendidikan Agama Hindu PHDI Kabupaten Buleleng, Mangku Ketut Rupa, menjelaskan rangkaian upacara yang dilaksanakan.

“Melasti khususnya di Pura Jagatnatha Singaraja pertama diawali dengan ngaturang piuning di pura Agung Jagatnatha kemudian yang kedua menghias Pengogongan, kemudian menghias Daksina serta membuat sala-sala namanya, kemudian disertai dengan menurunkan Penawasangaan sebagai symbol Ida Bhatara, tedung, umbul-umbul dan lain sebagainya,” ucap Jro Mangku Ketut Rupa.

Pada sore harinya, rangkaian dilanjutkan dengan prosesi mendak di kawasan Jaba Tengah dengan ritual ngubeng atau mengelilingi area pura. Setelah itu, rombongan kembali ke pura untuk melaksanakan upacara pabiakaonan, Prayascita, dan Durmenggala, serta dilanjutkan dengan ngulapin Ida Bhatara.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi memargi ke segara (menuju laut). Dalam iring-iringan tersebut, susunan pemangku dan pengiring tertata rapi, diawali oleh jero mangku, penari pependetan, diikuti pengusung pengogongan yang membawa simbol Ida Bhatara berupa daksina dan lambang Acintya.

Iringan gamelan gong serta krama turut mengiringi jalannya prosesi menuju laut. Setibanya di pantai, seluruh pengiring menjalani ritual mekobok sebagai simbol penyucian dengan air laut. Berbagai sarana seperti payung, penawasangan, dan umbul-umbul juga disucikan dengan cara disentuhkan ke air laut.

Selanjutnya, sarana upacara ditempatkan di panggungan yang telah disediakan di depan pura segara. Di lokasi tersebut juga dipersembahkan banten termasuk Caru Manca Sata serta banten untuk upacara mekelem. Prosesi dilanjutkan dengan upacara mecaru dan ngayabang sebagai bentuk persembahan kepada unsur alam, yakni Surya, Pertiwi, dan Segara.

Ritual kemudian berlanjut dengan pengambilan tirta amerta kamandalu dari laut. Meski tanpa menggunakan perahu, pengambilan tirta dilakukan langsung dari bibir pantai. Air suci tersebut selanjutnya digunakan untuk menyucikan pratima dan sarana upacara, serta dibagikan kepada krama setelah persembahyangan bersama.

Karena kondisi cuaca hujan, rangkaian persembahyangan dilakukan secara lebih singkat tanpa pelaksanaan Trisandya. Setelah seluruh prosesi di segara selesai, Ida Bhatara kemudian diiring kembali menuju pura dengan diawali ritual mepurwadaksina.

Setibanya di pura, dilaksanakan upacara penyineban, termasuk pedatengan penyambleh dan prosesi ngeranjing ke jeroan. Sebelum pratima disimpan, umat kembali melakukan persembahyangan dengan mempersembahkan daksina dan beras sebagai simbol bhakti.

Sebagai penutup, dilakukan prosesi nyineb Ida Bhatara yang ditandai dengan pemendeman canang dan sampian di sudut Tenggara pura. Dengan demikian, seluruh rangkaian upacara Melasti di Pura Agung Jagatnatha Singaraja selesai dilaksanakan dengan lancar dan penuh makna spiritual.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....