Ogoh-Ogoh Simbol Perjuangan Spiritual dan Budaya
- 17 Mar 2026 08:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraj - Ogoh-ogoh telah menjadi ikon budaya Bali yang mendunia, perpaduan antara tradisi kuno dan kreativitas modern yang berkembang pesat sejak era 1980-an. Sebelumnya masyarakat Bali sudah memiliki tradisi membuat replika sederhana dari bambu atau jerami yang disebut lelakut.
Bentuk ogoh-ogoh seperti yang kita lihat sekarang baru mulai masif sekitar tahun 1983. Pada masa itu, pemerintah daerah mulai menetapkan pawai ogoh-ogoh sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi saat malam Pengerupukan.
Seiring perkembangan jaman teknik pembuatan ogoh-ogoh terus mengalami transformasi. Sempat menggunakan styrofoam karena ringan dan mudah dibentuk, namun kini mulai ditinggalkan karena alasan tidak ramah lingkungan.
Bahan ramah lingkungan seperti bambu, rotan, dan kertas, menjadi sarana pembuatan ogoh-ogoh saat ini, bahkan beberapa sudah menggunakan teknologi mekanik (animatronik) agar bagian tubuh patung bisa bergerak sendiri.
Ogoh-ogoh bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi ajang kompetisi seni bergengsi bagi para seniman muda di seluruh Bali.
Dalam pembuatan ogoh-ogoh, penting untuk memperhatikan estetika dan sensitivitas, agar tidak menimbulkan ketersinggungan di masyarakat.
Ogoh-ogoh bukan hanya tentang membuat patung yang keren, tetapi sarat akan pesan spiritual dan budaya sebagai simbol perjuangan antara kebaikan dan kejahatan.
Menurut Jro Mangku Ketut Rupa Pengurus PHDI Kabupaten Buleleng Bidang Pendidikan Agama Hindu menjelaskan tentang filosofi di balik pembuatan ogoh-ogoh.
Menurut Jro Mangku Ketut Rupa pembuatan ogoh-ogoh hendaknya bersumber dari Wiracarita, Kala Tattwa, dan Tutur Kanda Pat.
"Semestinya itu yang dijadikan pegangan di dalam membuat ogoh-ogoh, tidak mengambil wujud-wujud yang lain bahkan bisa menimbulkan ketersinggungan masyarakat tertentu atau kelompok orang tertentu," ujar Jro Mangku Ketut Rupa.
Dengan demikian, ogoh-ogoh menjadi simbol perjuangan spiritual dan budaya yang dapat memperkaya nilai-nilai masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....