Cegah Banjir Bandang, Koster Minta BWS Normalisasi Sungai di Banjar

  • 16 Mar 2026 08:56 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) segera melakukan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kembali banjir bandang di kawasan tersebut.

Permintaan itu disampaikan Koster saat menemui langsung warga yang terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Minggu 15 Maret 2026. Menurutnya, penataan alur sungai perlu segera dilakukan agar potensi luapan air saat hujan deras dapat diminimalkan.

“Saya akan menugaskan BWS melakukan normalisasi sungai serta perbaikan penanganan penanggulangan banjir ke depan,” ujarnya.

Selain normalisasi sungai, Pemerintah Provinsi Bali juga akan menelusuri kemungkinan adanya aktivitas penebangan liar di wilayah hulu yang diduga memperparah dampak banjir. Namun demikian, Koster menegaskan hal tersebut harus dipastikan terlebih dahulu melalui pengecekan langsung di lapangan.

“Terkait kemungkinan adanya aktivitas penebangan liar di bagian hulu, itu akan dicek lebih lanjut. Perlu dipastikan dulu apakah wilayah tersebut kawasan hutan atau lahan milik masyarakat,” katanya.

Koster juga menyampaikan bahwa sejumlah warga mengusulkan peninggian tanggul sungai untuk mengurangi risiko luapan air saat curah hujan tinggi. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai agar usulan tersebut dapat ditindaklanjuti.

Berdasarkan data sementara, banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar menyebabkan 31 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan tunai antara Rp5 juta hingga Rp30 juta sesuai tingkat kerusakan rumah.

Selain itu, santunan juga diberikan kepada keluarga korban jiwa banjir bandang. Pemerintah Provinsi Bali menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta per korban dengan total Rp45 juta untuk tiga korban meninggal dunia.

Pemprov Bali juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp726 juta untuk memperbaiki instalasi air bersih yang rusak di 12 desa terdampak banjir. Koster menegaskan pendataan korban masih terus dilakukan agar seluruh warga yang terdampak dapat menerima bantuan secara merata.

“Masih mungkin ada warga yang belum terdata. Saya minta BPBD, camat, dan perbekel memastikan semua korban terdampak mendapatkan bantuan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....