Pemprov Bali Salurkan Rp1,2 Miliar untuk Korban Banjir di Banjar

  • 15 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu 15 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyalurkan bantuan dana tanggap darurat sebesar Rp1,263 miliar untuk membantu penanganan dampak bencana.

Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dana tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 6 Maret 2026 lalu.

Gubernur Koster mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga meminta BPBD untuk memastikan seluruh warga yang berhak menerima bantuan dapat terdata dengan baik.

“Bantuan ini bersumber dari APBD Provinsi Bali melalui BPBD dengan total sekitar Rp1,263 miliar. Saya minta BPBD mendata secara menyeluruh agar tidak ada warga yang seharusnya mendapat bantuan tetapi belum terdata,” ujar Koster.

Selain penanganan bagi warga terdampak, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang ikut terdampak banjir. Koster menegaskan proses belajar mengajar harus segera kembali berjalan normal.

Menurutnya, bantuan untuk kebutuhan sekolah seperti papan tulis dan perlengkapan belajar lainnya akan dibantu melalui dana gotong royong pegawai Pemerintah Provinsi Bali.

“Saya sudah minta kepala desa dan pihak sekolah untuk menghitung kebutuhan yang diperlukan seperti papan tulis dan perlengkapan lainnya. Dalam waktu dekat akan kami bantu agar kegiatan belajar bisa segera berjalan kembali,” katanya.

Untuk penanganan jangka panjang, Koster mengungkapkan salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan kembali gedung sekolah yang terdampak dengan konsep bangunan bertingkat. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penanganan pada aliran sungai di wilayah tersebut. Koster menegaskan akan menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan normalisasi sungai serta perbaikan infrastruktur penanggulangan banjir.

“Saya akan tugaskan BWS untuk melakukan normalisasi sungai serta perbaikan penanganan agar ke depan kejadian seperti ini bisa diminimalkan,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah juga akan melakukan pengecekan terhadap kondisi wilayah hulu untuk memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memperparah potensi bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya banjir bandang di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....