FKUB Bali Pastikan Takbiran Tetap Hormati Kesakralan Nyepi

  • 15 Mar 2026 07:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali memastikan pelaksanaan malam takbiran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi tetap dapat berlangsung dengan tetap menjaga kesakralan Nyepi melalui pengaturan teknis yang telah disepakati bersama.

Ketua FKUB Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, mengatakan pelaksanaan takbiran diserahkan kepada masing-masing majelis agama dengan tetap mengikuti kesepakatan yang telah berjalan selama ini di Bali.

Ia menjelaskan, umat Islam yang melaksanakan takbiran diimbau menuju musala atau masjid terdekat dengan berjalan kaki tanpa menggunakan pengeras suara serta dengan pengaturan waktu tertentu agar tidak mengganggu pelaksanaan Nyepi.

“Pelaksanaan takbiran kita serahkan kepada majelis masing-masing. Kita tidak boleh saling mendikte, tetapi tetap mengikuti kesepakatan yang selama ini sudah berjalan di Bali,” ujarnya.

Menurutnya, pengaturan tersebut telah terbukti mampu menjaga keharmonisan serta tidak mengganggu pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang menjadi tradisi sakral bagi masyarakat Bali.

“Takbiran dilakukan menuju musala atau masjid terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, lampu tetap di dalam, dan waktunya diatur sehingga Nyepi tetap terjaga kesakralannya,” ucapnya.

Sukahet menambahkan kesepahaman tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia yang sepakat menjaga keharmonisan antarumat beragama di Bali.

Lebih lanjut, Sukahet mengatakan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sendiri masih menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat yang akan menentukan jatuhnya tanggal perayaan tersebut.

Ia juga menyebut pertemuan waktu antara Nyepi dan hari raya agama lain bukan hal baru di Bali. Beberapa kali perayaan keagamaan lain seperti salat Jumat maupun hari raya umat beragama lainnya juga pernah bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Sukahet menegaskan seluruh umat beragama di Bali memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga tradisi Nyepi yang telah dikenal hingga ke tingkat dunia.

“Seluruh umat beragama di Bali merasa memiliki Bali dan ikut menjaga kesakralan Nyepi. Ini adalah bentuk toleransi dan keharmonisan yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....