Bupati Buleleng Bantah Banjir Bandang Banjar Dipicu Pembalakan Liar
- 12 Mar 2026 09:01 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, membantah anggapan bahwa banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, disebabkan oleh aktivitas pembalakan liar (illegal logging). Ia menegaskan material kayu yang terbawa arus banjir merupakan pohon tumbang dari hulu sungai.
Menurut Sutjidra, selain lumpur, tim penanganan bencana menemukan banyak pohon serta rumpun bambu berukuran besar yang ikut terbawa arus banjir bandang. Material tersebut diduga berasal dari kawasan hulu sungai yang mengalami peningkatan debit air secara drastis.
“Banyak sekali memang selain material lumpur, ada juga bekas pohon tumbang. Jadi pohon-pohon itu betul-betul pohon tumbang,” ujar Sutjidra, Rabu 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan sebagian besar material yang terbawa arus justru berasal dari rumpun bambu besar di bantaran sungai. Bahkan, salah satu korban sebelumnya ditemukan tertimbun di antara tumpukan bambu yang terbawa banjir tersebut.
Kondisi ini membuat proses evakuasi korban menjadi cukup sulit. Petugas di lapangan harus menggunakan alat berat untuk memisahkan serta memotong batang bambu dan pohon berukuran besar yang menutup jalur pencarian.
“Pohon-pohon besar juga kemarin dipotong oleh aparat gabungan untuk memudahkan proses evakuasi,” ucapnya.
Sutjidra menambahkan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan pohon-pohon yang terbawa banjir tercabut bersama akarnya. Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menilai material kayu tersebut bukan berasal dari aktivitas penebangan liar.
“Kalau illegal logging kan biasanya gelondongan, sudah ditebang atau dipotong. Tetapi ini dengan akarnya semua, jadi itu sudah diidentifikasi dari hulu,” katanya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, sumber material kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hulu aliran sungai di wilayah Puncak Landep. Di kawasan tersebut dilaporkan banyak pohon tumbang setelah hujan deras meningkatkan debit air secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan spekulasi mengenai penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar. Saat ini pemerintah daerah masih fokus pada proses pemulihan wilayah terdampak.
Selain itu, tim gabungan juga masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan masih hilang pascabanjir bandang tersebut.
“Supaya tidak ada kesimpangsiuran lagi terkait bencana ini. Kami ingin fokus melakukan pemulihan akibat bencana di Kabupaten Buleleng dan korban yang hilang bisa segera ditemukan,” ujar Sutjidra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....