Harmoni Nyepi dan Idul Fitri, Buleleng Teguhkan Moderasi Beragama

  • 11 Mar 2026 13:07 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali mengemuka menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali. Melalui dialog bertema Moderasi Beragama, Harmonisasi Perayaan Nyepi dan Idul Fitri di Bali yang disiarkan oleh RRI Singaraja pada Selasa, 10 Maret 2026 ,para tokoh agama menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Ketua PHDI Kabupaten Buleleng Gde Made Metera, menilai kedekatan waktu perayaan Nyepi dan Idul Fitri justru menjadi ruang untuk memperkuat nilai toleransi yang telah lama hidup di Bali. Menurutnya, masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mampu merawat harmoni antarumat beragama secara alami.

“Di Bali kita terbiasa hidup berdampingan dalam keberagaman. Ketika Nyepi dan Idul Fitri berdekatan, masyarakat justru menunjukkan kedewasaan dalam saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing,” ujar Metera.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Urusan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng Ketut Aryawan menegaskan moderasi beragama merupakan kunci menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang plural. Ia menyebut dialog dan komunikasi antarumat beragama perlu terus diperkuat agar tidak muncul kesalahpahaman dalam pelaksanaan tradisi keagamaan.

“Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika umat Hindu menjalankan Nyepi dan umat Islam merayakan Idul Fitri, di situlah nilai saling menghormati benar-benar diuji,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Buleleng Ali Musthofa menyampaikan bahwa umat Islam di Bali sejak lama memahami dan menghargai kekhusyukan Hari Raya Nyepi. Ia menilai sikap saling menghormati tersebut menjadi bukti kuat bahwa toleransi di Bali bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi budaya masyarakat.

“Kami selalu mengedepankan sikap saling menghargai. Ketika Nyepi berlangsung, umat Islam juga menyesuaikan aktivitas agar tetap menjaga ketenangan. Inilah wujud nyata moderasi beragama,” kata Ali Musthofa.

Dialog ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa keberagaman bukanlah sumber perbedaan yang memecah, melainkan kekuatan untuk membangun harmoni sosial. Dengan semangat toleransi yang terus dijaga, Bali dinilai tetap menjadi contoh nyata kehidupan damai antarumat beragama di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....