BPBD Buleleng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Risiko Bencana
- 09 Mar 2026 20:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana dinilai masih perlu terus ditingkatkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat untuk lebih memahami potensi bencana di lingkungan masing-masing serta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Buleleng, I Gede Mahendra, menjelaskan bahwa bencana tidak hanya dilihat dari adanya ancaman alam, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan masyarakat.
Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menyebutkan bahwa bencana merupakan peristiwa yang dapat mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
“Bencana itu segala sesuatu yang menyebabkan gangguan pada kehidupan dan penghidupan masyarakat. Jadi tidak semua ancaman otomatis disebut bencana,” ujarnya.
Mahendra menerangkan, risiko bencana merupakan perpaduan antara tiga unsur utama, yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas penanggulangan.
Ancaman dapat berupa fenomena alam seperti hujan deras, banjir, atau longsor. Kerentanan berkaitan dengan kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, sementara kapasitas adalah kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana.
“Ketika ancaman bertemu dengan kerentanan masyarakat dan menimbulkan dampak, di situlah bencana terjadi,” ujarnya.
Ia mencontohkan, hujan deras belum tentu menjadi bencana jika tidak menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Namun, jika hujan tersebut menyebabkan banjir atau longsor yang mengganggu aktivitas masyarakat, maka kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai bencana.
Mahendra juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami kondisi lingkungan tempat tinggalnya, terutama bagi yang tinggal di dekat sungai atau di wilayah perbukitan.
“Yang pertama adalah menyadari lingkungan sekitar. Misalnya tinggal di dekat tebing atau sungai, harus sudah memikirkan langkah yang akan dilakukan jika terjadi longsor atau banjir,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta menyimpan nomor-nomor penting yang dapat dihubungi saat terjadi keadaan darurat.
Ia menambahkan, latihan kesiapsiagaan juga penting agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi bencana.
“Ujung-ujungnya memang harus sering dilatih. Karena kalau sudah terbiasa, masyarakat tidak akan panik dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Mahendra.
BPBD Buleleng berharap masyarakat dapat lebih aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana, termasuk dengan saling mengingatkan di lingkungan sekitar serta memanfaatkan forum masyarakat seperti kegiatan gotong royong untuk menyosialisasikan informasi kebencanaan.
“Selalu aware terhadap kondisi lingkungan masing-masing dan jangan ragu melaporkan jika ada gejala-gejala bencana,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....