Bupati Jembrana Tekankan Asta Kosala Kosali pada Bedah Rumah

  • 08 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan pentingnya menjaga identitas budaya Bali dalam pembangunan infrastruktur kerakyatan. Program bedah rumah maupun bedah warung diharapkan tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai konsep Asta Kosala Kosali.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan bedah rumah dan bedah warung oleh BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya LKD Kecamatan Melaya di Desa Ekasari, Minggu, 8 Maret 2026.

Dalam arahannya, Bupati Kembang Hartawan mengingatkan agar program bedah rumah tidak hanya mengejar kelaikan fisik bangunan, tetapi juga menerapkan konsep Asta Kosala Kosali sebagai pedoman arsitektur tradisional Bali.

“Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung harus tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai nilai-nilai budaya kita. Asta Kosala Kosali bukan sekadar aturan arsitektur, tetapi cara memastikan rumah memberikan rasa aman, nyaman, dan vibrasi positif bagi penghuninya,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan konsep tersebut penting untuk menjaga keharmonisan antara penghuni rumah dengan lingkungan sekitar. Ia juga berharap konsep ini dapat menjadi standar dalam program bantuan sosial di masa mendatang.

Bupati Kembang menambahkan, penataan bangunan perlu diutamakan sejak awal agar rumah yang dibangun tetap selaras dengan nilai spiritual dan estetika lokal. Dengan demikian, jika ke depan kondisi ekonomi penerima bantuan meningkat, perbaikan rumah dapat dilakukan tanpa harus mengubah konsep tata bangunan yang telah sesuai.

Program bantuan dari Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya itu mencakup empat unit bedah rumah dengan alokasi masing-masing Rp35 juta serta satu unit bedah warung dengan bantuan Rp30 juta.

Bupati Kembang juga mengapresiasi langkah BUMDes Bersama Melaya yang menyisihkan laba usaha untuk kepentingan sosial masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara penguatan ekonomi melalui program bedah warung bagi pelaku UMKM dan pemenuhan kebutuhan papan melalui bedah rumah menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tingkat desa.

Sementara itu, perwakilan BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya, Wayan Ardana, menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan pemerintah daerah dalam penerapan pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi warga kurang mampu di wilayah Melaya. Ke depan, kami juga akan lebih memperhatikan detail teknis pembangunan sesuai konsep arsitektur Bali,” kata Ardana.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....