Hari Ketiga, 162 Personel SAR Cari Korban Banjir Bandang Banjar

  • 08 Mar 2026 14:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Hingga Minggu 8 Maret 2026 siang, sebanyak 162 personel dikerahkan dalam operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan operasi pencarian pada hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Personel yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, serta sejumlah stakeholder terkait.

“Untuk hari ini mulai pukul 07.00 kami sudah melaksanakan pengambilan tugas. Total sekitar 162 personel terlibat dari Basarnas, relawan, hingga stakeholder lainnya,” ujar Donny.

Dalam operasi tersebut, tim SAR memfokuskan pencarian di beberapa titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus banjir bandang. Penyisiran darat dilakukan di sepanjang aliran sungai dari Jembatan Banjar hingga ke arah muara.

Menurut Donny, sejumlah titik yang memiliki tumpukan sampah di pinggir sungai juga menjadi perhatian karena berpotensi menahan material maupun korban yang terbawa arus.

“Kami menyisir sepanjang sungai dari jembatan Banjar menuju muara. Beberapa titik yang dicurigai ada tumpukan sampah di pinggir sungai juga kami periksa,” ucapnya.

Selain penyisiran darat, tim SAR juga memanfaatkan drone milik Polres Buleleng untuk melakukan pemantauan udara. Pemantauan ini bertujuan memperluas jangkauan pencarian terutama di wilayah utara dari lokasi korban sebelumnya ditemukan.

Tim SAR juga mengerahkan dua unit perahu karet untuk melakukan pencarian di perairan. Penyisiran dilakukan dari kawasan pantai menuju arah barat mengikuti pola pencarian yang telah ditentukan.

“Untuk pencarian di perairan kami menggunakan dua perahu karet. Basarnas melakukan penyisiran dari pantai ke arah barat dengan pola pencarian yang sudah ditetapkan,” katanya.

Hingga saat ini, dua korban banjir bandang masih dalam proses pencarian yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (14). Sementara dua korban lainnya, Komang Suci (44) dan Dewa Ketut Adi Suarjana (55), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Donny mengungkapkan proses pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama tumpukan sampah di aliran sungai serta arus air yang masih cukup deras.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim SAR telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna mengerahkan alat berat untuk membersihkan material sampah yang menumpuk di sejumlah titik aliran sungai.

“Kendala utama adalah tumpukan sampah yang cukup banyak sehingga sulit dibersihkan secara manual. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan saat ini dibantu alat berat untuk membuka tumpukan tersebut,” ujarnya.

Secara keseluruhan, area pencarian di darat telah mencakup sekitar dua kilometer dari jembatan hingga ke arah utara menuju pantai. Sementara penyisiran di laut dilakukan hingga sekitar 10 mil dari garis pantai.

Donny menambahkan pencarian kembali dilanjutkan setelah istirahat siang sekitar pukul 13.30 Wita. Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban banjir bandang.

“Kami berharap masyarakat yang melihat sesuatu yang mencurigakan atau tanda-tanda keberadaan korban segera melaporkan ke posko agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....