Pemkab Buleleng Bentuk Posko Terpadu Tangani Dampak Bencana
- 07 Mar 2026 22:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai melakukan langkah penanganan terpadu untuk mengatasi dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Banjar dan sekitarnya. Sejak 6 hingga 7 Maret 2026, berbagai instansi dikerahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Langkah tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng pada Sabtu 7 Maret 2026. Rapat ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan bencana.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita itu dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Camat Banjar, Camat Sukasada, Sekretaris Camat Busungbiu, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menyepakati sejumlah langkah penanganan darurat di wilayah terdampak. Salah satunya pengerahan dua unit alat berat oleh Dinas PUPR Perkim untuk membantu proses penanganan di lokasi terdampak selama enam hari.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan distribusi air bersih untuk masyarakat di sejumlah desa yang mengalami kesulitan air akibat dampak bencana. Distribusi dilakukan menggunakan enam unit mobil tangki yang dikerahkan secara terpadu oleh beberapa instansi.
"Adapun desa yang memerlukan suplai air bersih meliputi Banjar Tegeha, Tampekan, Banjar, Dencarik, Banyuseri, dan Bestala. Mobil tangki air disediakan secara kolaboratif oleh BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, PMI Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup, serta PDAM Buleleng," ungkapnya.
Selain distribusi air bersih, pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak melalui Dinas Sosial. Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan, Pemkab Buleleng membentuk Posko Terpadu di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng. Pos lapangan juga dibentuk di Polsek Banjar untuk memudahkan koordinasi penanganan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Selain penanganan terhadap masyarakat, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendidikan yang terdampak. Sejumlah sekolah seperti SD Negeri 5 Banjar, SMP Negeri 3 Seririt, dan TK Bestala akan ditangani melalui kegiatan gotong royong pembersihan secara manual agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal," terangnya.
Satpol PP juga dilibatkan untuk melakukan penjagaan di pos lapangan guna menjaga situasi tetap kondusif. Unsur TNI dan Polri turut menyatakan kesiapan membantu penanganan di lapangan, termasuk dukungan personel jika diperlukan.
Melalui koordinasi lintas instansi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....