Distankan Perkuat Sinergi dan Targetkan Peningkatan Produktivitas Pertanian Bu
- 05 Mar 2026 20:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah. Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan), berbagai langkah disiapkan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Upaya tersebut disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah yang dipimpin Sekretaris Distankan Buleleng, drh. Ni Luh Prima Diantari Wati di ruang Kepala Distankan Buleleng, Rabu 4 Maret 2026. Forum ini menjadi ruang pembahasan program pembangunan pertanian sekaligus evaluasi kondisi sektor pertanian di daerah.
Dalam paparannya, Prima Diantari menjelaskan sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya degradasi lahan, daya saing produk yang belum kuat, serta tingkat produktivitas dan produksi yang masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian lima tahun ke depan.
Ia mengatakan, Buleleng memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pertanian. Luas lahan sawah, tegalan atau abian, serta wilayah pesisir yang panjang menjadi modal penting dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan daerah.
Pendataan lahan pertanian juga terus diperkuat untuk menjadi dasar perencanaan program. Data tersebut digunakan untuk mendorong peningkatan luas tambah tanam, khususnya pada komoditas pangan pokok yang menjadi prioritas daerah.
Sekdis Prima Diantari juga menyampaikan bahwa dinamika sektor pertanian turut dipengaruhi perubahan kebijakan nasional. Sejumlah regulasi terbaru mengatur pengelolaan penyuluh pertanian, sumber daya air, serta penataan distribusi pupuk bersubsidi.
"Saat ini, pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao. Meski demikian, sinergi antar instansi terus diperkuat agar target produksi tetap tercapai," ucapnya.
Pada Tahun Anggaran 2026, Distankan Buleleng juga menyiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat. Bantuan tersebut mencakup 20 paket untuk 18 desa yang meliputi bibit tanaman pangan, program sekolah sehat di 10 SD lokasi stunting, serta edukasi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) bagi kader Posyandu di sembilan kecamatan.
Selain itu, bantuan juga menyasar sektor perikanan. Dukungan diberikan berupa mesin tempel, genset, mesin jukung, serta bantuan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan guna meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan lokal.
Sementara itu, untuk tahun 2027 pemerintah daerah masih membuka kesempatan bagi desa yang belum melengkapi administrasi proposal program. Pada tahun tersebut, Distankan tetap merencanakan pelaksanaan 13 program dengan 23 kegiatan dan 53 subkegiatan.
Melalui penguatan data, koordinasi antar lembaga, serta dukungan program yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap produksi pertanian dan perikanan di Buleleng dapat terus meningkat. Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....